Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan fasilitas kesehatan harus tetap siaga melayani warga yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Penegasan itu disampaikan di Jakarta pada Senin, 26 Oktober 2026, setelah ia meninjau penanganan dampak kabut asap di kota tersebut.
Palangka Raya disebut sebagai wilayah dengan Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU tertinggi. Nilai ISPU di sana disebut sudah di atas 1.000, bahkan mencapai 1.200 hingga 1.500. Sebagai gambaran, nilai di atas 200 sudah masuk kategori merah atau berbahaya, sedangkan di atas 300 sudah sangat berbahaya.
Salah satu hal yang diperiksa Menkes adalah kesiapan rumah oksigen di puskesmas. Ia sempat mencoba tabung oksigen di sebuah puskesmas untuk memastikan alat itu benar-benar berfungsi, bukan sekadar tersedia. Ia juga memeriksa apakah kapasitas volume tabung dapat disesuaikan dengan tingkat saturasi pasien.
Menurut Budi, fasilitas pendukung medis tidak boleh hanya menjadi pajangan. Rumah oksigen harus benar-benar bisa melayani masyarakat, terutama warga yang mengalami penurunan saturasi pernapasan akibat paparan asap.
Untuk pencegahan, Kementerian Kesehatan terus memasok masker guna mengurangi terhirupnya partikel berbahaya PM 2,5. Jutaan masker sudah dikirim secara bertahap ke Kalimantan Tengah, yakni sekitar 1,3 juta masker pada tahap awal, ditambah sekitar 650 ribu masker, dan direncanakan satu juta masker lagi dalam pekan yang sama.
Dengan kesiagaan fasilitas kesehatan dan pasokan masker yang berkelanjutan, pemerintah berharap warga di wilayah terdampak asap dapat memperoleh perlindungan dan pelayanan kesehatan yang memadai selama kondisi udara belum membaik.


