Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

Bertemu Menhan Sjafrie, Bupati Jembrana Sampaikan Kekurangan Dokter di Daerahnya

Bertemu Menhan Sjafrie, Bupati Jembrana Sampaikan Kekurangan Dokter di Daerahnya

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di sela kunjungan ke Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 928/Brata Sena Yudha di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, baru-baru ini. Dalam pertemuan itu, Bupati Jembrana menyampaikan keluhan soal kekurangan jumlah dokter di daerahnya.

Kekurangan dokter merupakan persoalan klasik layanan kesehatan di daerah. Dokter cenderung menumpuk di kota-kota besar, sementara kabupaten yang jauh dari pusat pertumbuhan sering kesulitan menarik dan mempertahankan tenaga medis, terutama dokter spesialis.

Di Jembrana, persoalan ini menjadi lebih nyata karena wilayahnya berada di ujung barat Pulau Bali. Gilimanuk sebagai pintu gerbang penyeberangan ke Jawa memiliki mobilitas penduduk yang tinggi, sehingga kebutuhan layanan kesehatan di sana tidak hanya datang dari warga setempat, melainkan juga dari para pelintas yang singgah atau bekerja di kawasan pelabuhan.

Ketika jumlah dokter tidak sebanding dengan kebutuhan, dampaknya langsung dirasakan warga. Antrean di puskesmas dan rumah sakit memanjang, waktu tunggu pemeriksaan menjadi lebih lama, dan sebagian pasien terpaksa dirujuk ke kabupaten lain untuk mendapatkan layanan spesialis.

Pertemuan dengan Menhan menjadi momentum bagi Bupati Jembrana untuk menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah pusat. Kehadiran batalyon teritorial pembangunan di Jembrana sendiri berkaitan dengan upaya pembangunan wilayah, termasuk dukungan terhadap ketahanan dan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan dan kawasan strategis.

Meski demikian, persoalan kekurangan dokter tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu pertemuan. Diperlukan langkah lanjutan, seperti penambahan formasi dokter, insentif bagi tenaga medis yang bertugas di daerah, serta kerja sama dengan fakultas kedokteran untuk penempatan dokter muda.

Pemerintah daerah juga dapat memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan, dengan memastikan ketersediaan obat, peralatan dasar, dan tenaga kesehatan pendukung yang memadai, sambil menunggu penambahan dokter terpenuhi.

Keluhan yang disampaikan Bupati Jembrana ini pada akhirnya mencerminkan persoalan yang juga dihadapi banyak daerah lain di Indonesia: pemerataan tenaga kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah besar, dan penyelesaiannya membutuhkan komitmen jangka panjang dari pusat hingga daerah.

Foto ilustrasi: JPNN

Sumber: JPNN. Baca berita aslinya di JPNN.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *