Thursday, 29 October 2026
Nanggroe

Meuseuraya Festival 2026 di Banda Aceh Catat Transaksi UMKM Rp3 Miliar dan Bisnis Rp13,7 Miliar

Meuseuraya Festival 2026 di Banda Aceh Catat Transaksi UMKM Rp3 Miliar dan Bisnis Rp13,7 Miliar

BANDA ACEH — Meuseuraya Festival 2026 yang digelar di Banda Aceh selama empat hari, 22–25 Oktober 2026, ditutup dengan capaian melampaui target. Penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama festival mencapai sekitar Rp3 miliar, sementara nilai bisnis lewat skema business matching mencapai Rp13,7 miliar.

Foto: AJNN.

Siapa yang menyampaikan capaian ini? Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Agus Chusaini, menyampaikan angka tersebut saat penutupan festival pada Minggu (25/10/2026). Ia menyebut hasilnya cukup luar biasa karena melampaui target awal penyelenggara.

Seberapa jauh melampaui target? Target awal transaksi penjualan produk UMKM hanya berkisar Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar, sehingga realisasi sekitar Rp3 miliar jelas melampauinya. Dari sisi pengunjung, penyelenggara awalnya menargetkan 1.200 orang per hari atau sekitar 5.000 orang selama empat hari, tetapi jumlah yang hadir mencapai sekitar 10.000 orang.

Dari mana nilai bisnis Rp13,7 miliar itu? Nilai tersebut berasal dari berbagai produk, termasuk wastra, kopi, dan produk UMKM lainnya, melalui skema business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar domestik, mancanegara, dan jaringan ritel. Selain itu, pembiayaan UMKM lewat perbankan yang sudah ditandatangani hingga penutupan mencapai Rp1,5 miliar.

Mengapa festival ini menekankan pembayaran digital? BI Aceh mewajibkan seluruh tenant memakai QRIS sebagai metode pembayaran. Tujuannya mendorong digitalisasi transaksi di Banda Aceh: transaksi yang tercatat berpotensi membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan dari perbankan. BI Aceh juga membagikan perangkat soundbox kepada sejumlah merchant di Banda Aceh untuk mendukung pemakaian pembayaran digital.

Apa fokus lainnya? Wastra menjadi salah satu fokus festival untuk mendorong industri kerajinan daerah sekaligus melibatkan generasi muda dalam pelestarian budaya Aceh, mulai dari menenun, membordir, hingga mendesain pakaian. BI Aceh menghadirkan desainer nasional untuk mengembangkan pakaian jadi berbahan wastra Aceh agar pasarnya meluas dan nilai ekonominya naik. Festival ini juga menghadirkan Galeri Meuseuraya Indatu bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), pameran UMKM, kuliner, dan coffee truck, serta kegiatan edukasi dan literasi yang diikuti lebih dari 1.900 peserta, seperti seminar perlindungan konsumen, talk show UMKM ekspor, Pesona Wisata Aceh, bedah buku, business matching dengan ritel, dan lokakarya kecantikan. Jumlah UMKM peserta tahun ini pun lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 150 UMKM.

Sumber: AJNN. Baca berita asli di sini.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *