Thursday, 29 October 2026
Kesehatan

Pengobatan TB Jakarta Tembus 90 Persen, Pencegahan Kontak Serumah Masih 40 Persen

Wakil Menteri Kesehatan dalam forum eliminasi tuberkulosis di Balai Kota Jakarta

Capaian pengobatan tuberkulosis (TB) di DKI Jakarta sudah melampaui 90 persen, tetapi pencegahan bagi orang yang tinggal serumah dengan pasien TB masih tertinggal. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat cakupan Terapi Pencegahan TB (TPT) bagi kontak serumah di Jakarta baru sekitar 40 persen, dan kesenjangan inilah yang kini menjadi perhatian utama.

“Mengobati pasien yang sakit TB itu penting. Capaian pengobatan TB di Indonesia juga sudah sangat baik. Namun, kalau pencegahan melalui TPT dan pelacakan kontak erat tidak kita jalankan secara agresif, angka kasus TB tahun depan akan terus berulang,” kata Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Jakarta pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum Hospital Leadership for TB Elimination: Jakarta Menuju Eliminasi TBC 2030 yang digelar di Ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Forum tersebut menjadi ajang kolaborasi Kemenkes dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat pencegahan TB dan memutus rantai penularan menuju target eliminasi pada 2030.

Menurut Benjamin yang akrab disapa Benny, paradigma penanganan TB perlu diubah. Setiap rumah sakit dan Puskesmas harus memastikan kontak serumah pasien diperiksa dan mendapatkan TPT, demi melindungi masa depan keluarga masyarakat. TPT adalah pemberian obat pencegahan bagi orang yang berisiko tinggi atau pernah kontak erat dengan pasien TB aktif, tetapi belum sakit TB, agar infeksi laten tidak berkembang menjadi TB aktif di kemudian hari.

Skala masalahnya tidak kecil. Berdasarkan data global, Indonesia menempati peringkat kedua dengan jumlah kasus TB terbanyak di dunia, menyumbang sekitar 10 persen kasus TB global, dengan perkiraan 1,08 juta orang jatuh sakit dan 126.000 orang meninggal akibat TB setiap tahun.

Jakarta memiliki pola yang khas: sebanyak 62 hingga 64 persen kasus TB di ibu kota pertama kali ditemukan di rumah sakit, berbeda dengan daerah lain yang lebih banyak menemukan kasus di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Karena itu, peran rumah sakit, baik pemerintah, swasta, maupun TNI/Polri, dinilai sangat menentukan dalam penanganan TB yang terintegrasi.

Untuk mempercepat penanggulangan, Kemenkes memperkuat infrastruktur diagnostik di Jakarta. Seluruh Puskesmas dipastikan dilengkapi alat Tes Cepat Molekuler (TCM), dan tersedia alokasi 32 unit Portable X-Ray yang ringan dan mudah dibawa untuk melacak kontak erat hingga ke permukiman padat penduduk. Kemenkes juga memastikan ketersediaan obat TPT secara gratis di seluruh rumah sakit pemerintah maupun swasta.

Di lapangan, kader TB dan tim kesehatan berperan penting menelusuri kontak erat dengan mendatangi rumah warga. Pemeriksaan rontgen serta pendampingan pemberian TPT yang ramah dan penuh perhatian membantu keluarga pasien merasa terlindungi dan mengurangi kecemasan terhadap risiko penularan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya mengoptimalkan jaringan 197 rumah sakit dan ratusan Puskesmas di Jakarta. Jaringan sebesar itu, bila digerakkan bersama untuk pelacakan kontak dan pemberian TPT, diharapkan mampu menutup kesenjangan antara capaian pengobatan yang sudah tinggi dan pencegahan yang masih rendah.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Pengobatan TB di DKI Jakarta sudah di atas 90 persen, tetapi cakupan Terapi Pencegahan TB (TPT) bagi kontak serumah baru sekitar 40 persen.
  • Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengingatkan, tanpa TPT dan pelacakan kontak erat yang agresif, kasus TB akan terus berulang tahun depan.
  • Indonesia peringkat kedua kasus TB terbanyak di dunia, sekitar 10 persen kasus global, dengan perkiraan 1,08 juta orang sakit dan 126.000 meninggal per tahun.
  • Sebanyak 62 hingga 64 persen kasus TB Jakarta pertama kali ditemukan di rumah sakit, sehingga peran rumah sakit pemerintah, swasta, dan TNI/Polri sangat menentukan.
  • Seluruh Puskesmas Jakarta dilengkapi Tes Cepat Molekuler, tersedia 32 unit Portable X-Ray, dan obat TPT disediakan gratis di rumah sakit pemerintah maupun swasta.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *