Momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 diwarnai torehan membanggakan dari generasi muda Indonesia di kancah global. Bertempat di Paris, Prancis, kontingen pelajar SMP Labschool Jakarta sukses menjadikan panggung Cross Cultural International Festival bertajuk “39th Les Étoiles de Paris 2026” pada 28-29 Oktober 2026 sebagai arena diplomasi budaya, dengan memborong tujuh penghargaan sekaligus.
Sebanyak 29 siswa dan 2 guru pendamping dari SMP Labschool Jakarta turun di kategori Folklore Dance & Choreography. Puncak kebanggaan tercipta saat kontingen ini dinobatkan sebagai peraih Grand Prix atau Juara Umum untuk kategori grup, menyingkirkan berbagai perwakilan negara lain.
Kemenangan mutlak ini dilengkapi dengan sapu bersih di berbagai nomor lomba lainnya, yakni Juara 1 Solo Tari atas nama Ameera Jena, Juara 1 Duet Tari oleh Carina dan Richelle, Juara 1 Trio Tari oleh Daffa, Nail, dan Kenzie, Juara 1 Kwartet Tari oleh Davina, Syakira, Ilena, dan Kirana, Juara 1 Duet Vokal oleh Shakila dan Illiy, serta Juara 2 Solo Vokal oleh Zameer.
Gelar Grand Prix tersebut diraih lewat mahakarya tarian epik berjudul “Laksamana Keumalahayati (The Acehnese Female Warrior)”. Pemilihan repertoar ini sangat selaras dengan semangat perjuangan: tarian ini mengangkat kisah Keumalahayati, pejuang wanita legendaris Aceh yang mengambil alih komando pasukan usai wafatnya Sultan Mahmud Syah.
Di atas panggung Eropa, para pelajar ini merepresentasikan ketangguhan 2.000 perempuan unit militer Inong Balee yang digembleng di Mahad Baitul Maqdis demi mempertahankan wilayah Aceh dan Selat Malaka. Dengan membawakan kisah pahlawan perempuan Aceh ke festival internasional, kontingen ini turut membawa nama Aceh ke panggung dunia.
Tarian tersebut mengawinkan harmoni Zapin Melayu, ketegasan Silat Melayu, dan energi Ratoeh Jaroe. Tarian ini tidak sekadar pertunjukan seni, melainkan manifesto kekuatan, keberanian, dan jiwa kesatria yang digemakan oleh generasi muda masa kini.
Kepala SMP Labschool Jakarta, Dr. Yati Suwartini, M.Pd., menyampaikan rasa syukur, bangga, dan apresiasi mendalam yang mengaitkan kemenangan ini dengan momentum Sumpah Pemuda. “Keberhasilan luar biasa ini adalah wujud nyata dari api Sumpah Pemuda di era modern. Anak-anak kita telah membuktikan bahwa berjuang untuk negara hari ini bisa dilakukan melalui diplomasi budaya yang elegan dan berprestasi di mata dunia. Saya sangat bangga atas dedikasi mereka. Selamat dan sukses selalu untuk seluruh tim yang telah menjadi duta bangsa sejati,” tutur Dr. Yati Suwartini.
Perjuangan diplomasi budaya para pelajar ini belum selesai. Usai menggetarkan Paris, tim SMP Labschool Jakarta akan melanjutkan perjalanan misi kebudayaannya untuk kembali berkompetisi dalam ajang bergengsi Kompetisi Folklore di Praha, Republik Ceko. Mereka siap untuk kembali membuktikan bahwa pemuda Indonesia mampu bersinar di panggung dunia.
Apa poin penting dari berita ini?
- Kontingen 29 siswa dan 2 guru pendamping SMP Labschool Jakarta meraih Grand Prix atau Juara Umum grup di festival “39th Les Étoiles de Paris 2026” pada 28-29 Oktober 2026.
- Kontingen ini memborong tujuh penghargaan, termasuk Juara 1 Solo, Duet, Trio, dan Kwartet Tari, Juara 1 Duet Vokal, serta Juara 2 Solo Vokal.
- Gelar Grand Prix diraih lewat tarian epik “Laksamana Keumalahayati (The Acehnese Female Warrior)” yang mengangkat pejuang wanita legendaris Aceh.
- Tarian ini merepresentasikan 2.000 perempuan unit militer Inong Balee yang mempertahankan wilayah Aceh dan Selat Malaka, memadukan Zapin Melayu, Silat Melayu, dan Ratoeh Jaroe.
- Kepala SMP Labschool Jakarta Dr. Yati Suwartini menyebut kemenangan ini sebagai wujud api Sumpah Pemuda lewat diplomasi budaya; tim selanjutnya berlaga di Praha, Republik Ceko.


