JAKARTA — Kebiasaan makan menjelang tidur ternyata bisa memengaruhi kadar gula darah sepanjang malam. Penjelasan ini disampaikan ahli gizi terdaftar Jillian Kubala, MS, RD, yang dikutip dari Health pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Perhatian utama tertuju pada orang yang pengaturan gula darahnya sudah terganggu, seperti penderita pradiabetes dan diabetes, namun kebiasaan ini relevan bagi siapa pun yang sering makan larut malam.
Foto ilustrasi: ANTARA.
Mengapa gula darah bisa naik? Saat tidur, tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin. Insulin bertugas memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel untuk dipakai sebagai energi atau disimpan. Ketika makanan masuk sesaat sebelum tidur, glukosa itu lebih mudah menumpuk di darah pada malam hari.
Bagaimana jenis makanan memengaruhi? Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan dalam porsi besar — contohnya kue kering, es krim, dan minuman bersoda — cenderung menaikkan gula darah lebih cepat karena rendah serat dan protein. Sebaliknya, makanan yang mengandung protein dan serat dapat memperlambat pencernaan dan penyerapan glukosa.
Untuk camilan larut malam yang lebih ringan, sumber yang dikutip menyarankan pilihan kecil seperti irisan apel dengan keju, sayuran dengan hummus, atau yoghurt Yunani dengan buah beri.
Apa risikonya? Sebuah studi tahun 2024 menemukan bahwa jeda kurang dari tiga jam antara makan malam dan waktu tidur berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi. Perlu dicatat, temuan itu menunjukkan kaitan, bukan bukti bahwa makan larut malam secara langsung menyebabkan diabetes.
Makan makanan tinggi karbohidrat menjelang tidur juga dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih rendah, termasuk berkurangnya tidur gelombang lambat yang penting bagi pemulihan tubuh.
Bagi pengguna obat diabetes atau orang dengan kondisi medis tertentu, kebutuhan camilan sebelum tidur bisa berbeda. Mereka disarankan mengikuti arahan tenaga kesehatan agar gula darah tidak justru turun terlalu rendah.
Sumber: ANTARA News — Makan sebelum tidur bisa picu kenaikan gula darah.


