Wednesday, 28 October 2026
Politik

Pelari JRF Terobos Batas Waktu, Pramono Tegaskan Aturan Gold Label Harus Dipatuhi

Pelari JRF Terobos Batas Waktu, Pramono Tegaskan Aturan Gold Label Harus Dipatuhi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons viralnya banyak pelari half marathon dalam Jakarta Running Festival (JRF) 2026 yang gagal mencapai cut off point (COP) hingga cut off time (COT). Pramono menegaskan JRF 2026 mempunyai peraturan ketat yang harus dipatuhi peserta, dan hal itu disampaikannya seusai mengikuti lari 10K di JRF, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu, 25 Oktober 2026.

Dalam sejumlah video viral pada Minggu, 25 Oktober 2026, panitia terlihat menutup jalur para pelari karena tenggat waktu COP sudah lewat. Namun banyak pelari yang ngotot menerobos, bahkan memanjat pagar, membuka paksa pembatas, hingga melontarkan kalimat kasar.

Pramono menyebut JRF 2026 memiliki Gold Label, sehingga gelaran perlombaan harus memenuhi standar superior organisasi, pengukuran rute, timing, keamanan, medis, hingga standar aturan kompetisi elite dunia, termasuk soal doping.

“Jadi karena half marathon itu kan sudah masuk dalam Gold Medal. Karena sudah masuk dalam Gold Medal, aturannya itu juga ketat. Itu bukan aturan yang dibuat oleh panitia, tetapi itu memang aturannya Gold Medal,” kata Pramono. Karena COP dan COT memiliki aturan ketat dan harus dipenuhi, Pramono meminta para peserta tetap mengikuti aturan dengan tertib.

“Memang sudah waktunya kita semua tertib untuk mengikuti apa yang digariskan atau diterapkan oleh panitia,” ucap Pramono. Ia mencontohkan dirinya sendiri yang diberitahu batas waktu dua jam untuk kategori 10K, sehingga ia berlari mengejar waktu agar tidak terkena cut off time.

Lebih lanjut, Pramono menyebut kualitas udara Jakarta dalam kondisi baik saat JRF berlangsung, dan ia bersyukur upaya menurunkan polusi udara menunjukkan hasil. “Tapi yang jelas yang paling saya senang adalah ketika start tadi, waktu full maraton, ini apa, air pollution kita itu 66, 65-66. Kemudian, waktu mulai yang 10 (kilometer) tadi sekitar 81,” ujar Pramono.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan upaya menjaga kualitas udara Jakarta harus terus dilakukan dan kondisi udara yang baik bisa dijaga setiap hari. Ketika ditanya apakah membaiknya kualitas udara berkat modifikasi cuaca, Pramono menjawab dengan ungkapan syukur, “Gusti, Gusti Allah, Gusti Allah.”

Sumber: detikNews — Penegasan Pramono Usai Pelari JRF Terobos COP Jadi Sorotan

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *