Wednesday, 28 October 2026
Politik

Rudal Houthi Dicegat Dekat Makkah, Komisi I DPR Minta Pemerintah Lindungi WNI di Arab Saudi

Rudal Houthi Dicegat Dekat Makkah, Komisi I DPR Minta Pemerintah Lindungi WNI di Arab Saudi

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan kekhawatiran atas nasib warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi setelah otoritas Arab Saudi menyebut serpihan rudal Houthi yang dicegat jatuh 20 kilometer dari Masjidil Haram, Makkah. Dave mendorong Pemerintah Indonesia mengambil sikap melalui jalur diplomasi.

“Keselamatan warga sipil dan keamanan tempat-tempat suci harus dihormati. Setiap tindakan yang berpotensi membahayakan masyarakat serta memperluas konflik di kawasan perlu dihentikan,” kata Dave kepada wartawan, seperti diberitakan detikNews pada Senin, 26 Oktober 2026.

Menurut Dave, Indonesia harus menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara, perlindungan warga sipil, serta penyelesaian konflik sesuai hukum internasional. Upaya itu dapat dilakukan melalui komunikasi bilateral dan forum multilateral, termasuk PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Dave meminta Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi untuk melindungi WNI. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah jemaah umrah terbanyak di Arab Saudi, dan terdapat pula ratusan ribu WNI yang bekerja, tinggal, atau belajar di negara tersebut.

“Koordinasi antara Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia di kawasan perlu berjalan optimal agar informasi keamanan tersampaikan dengan baik dan langkah perlindungan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPR, Oleh Soleh, menyampaikan keprihatinan serupa atas serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi. Ia meminta Pemerintah Indonesia mengambil peran aktif untuk menghentikan perang tersebut, karena dampaknya tidak hanya dirasakan pihak yang bertikai, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat sipil.

“Indonesia jangan hanya menjadi penonton. Pemerintah perlu aktif membangun komunikasi dengan negara-negara terkait dan menggalang dukungan internasional agar Houthi dan Arab Saudi menghentikan serangan. Kita harus mengedepankan dialog dan mencari jalan keluar yang damai,” tegas Oleh. Ia menambahkan keselamatan WNI adalah prioritas, dan jemaah umrah Indonesia harus bisa menjalankan ibadah dengan aman dan tenang di Tanah Suci.

Sebelumnya, otoritas pertahanan sipil Arab Saudi merilis peringatan potensi bahaya untuk empat provinsi di bagian barat wilayahnya, termasuk kota suci Makkah, pada Sabtu, 24 Oktober 2026, waktu setempat. Peringatan yang juga mencakup Jeddah, Taif, dan pusat industri minyak pesisir Yanbu itu telah dicabut beberapa menit setelah dirilis, dan menginstruksikan warga setempat segera menuju tempat aman terdekat. Alasan di balik peringatan itu tidak diungkap ke publik.

Pada Rabu, 21 Oktober 2026, koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan setidaknya lima drone yang terdeteksi mengarah ke Wilayah Timur Saudi dan kota suci Madinah. Terbaru, beberapa bagian rudal Houthi yang dicegat Saudi jatuh di Wadi Al-Mughammas, yang berjarak 20 kilometer dari Masjidil Haram di Makkah, tempat paling suci bagi umat Islam.

Sumber: detikNews — Komisi I DPR Khawatir Nasib WNI Usai Houthi Targetkan Makkah, Dorong RI Bersikap

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *