Sunday, 1 November 2026
Pendidikan

Prodi Bahasa Indonesia di Al-Azhar Kairo Gaet 600 Mahasiswa dalam Dua Tahun

Mahasiswa duduk di ruang kuliah bertingkat yang terang sambil menyimak perkuliahan

Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, mencatatkan perkembangan yang pesat. Sekitar 600 mahasiswa bergabung dengan program studi tersebut dalam dua tahun terakhir sejak program ini resmi beroperasi, dan capaian itu menjadikannya salah satu jurusan paling diminati pada tahun akademik 2025/2026 dan 2026/2027.

Minat yang tinggi itu terlihat dari penerimaan terbaru, yang mencapai 350 mahasiswa baru. Atas perkembangan tersebut, Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo menerima penghargaan dari Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap hadirnya program studi ini.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo Abdul Muta’ali menilai kehadiran program studi formal Bahasa Indonesia di Al-Azhar sebagai langkah strategis dalam internasionalisasi bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia kini tidak lagi sekadar dipelajari melalui kursus singkat, melainkan telah menjadi program akademik resmi di salah satu universitas terkemuka di Mesir. Sekitar 20 persen mahasiswa program studi ini juga mendaftar program BIPA, yang membantu mereka mempercepat penguasaan bahasa Indonesia.

Upaya penguatan bahasa Indonesia di Mesir tidak berhenti di Al-Azhar. KBRI Kairo tengah bernegosiasi dengan Kementerian Pendidikan Mesir agar bahasa Indonesia diajarkan sebagai bahasa asing pilihan ketiga di sekolah menengah negeri, bersanding dengan bahasa Inggris dan bahasa Prancis. Jika terealisasi, langkah ini akan membuka jalan bagi pelajar Mesir untuk mengenal bahasa Indonesia sejak bangku sekolah.

Penguatan juga terjadi di Cairo University. Sejak Juni 2026, Fakultas Darul Ulum di universitas tersebut membuka dua mata kuliah baru, yakni Sejarah Peradaban Indonesia untuk jenjang sarjana dan Pemikiran Islam Indonesia untuk jenjang magister. Dekan fakultas tersebut, Prof. Ahmed Balbulah, menekankan pentingnya kemampuan berbahasa sebagai jembatan untuk memahami peradaban dan pemikiran suatu bangsa.

Di sisi lain, Universitas Al-Azhar menyediakan lahan seluas 2.700 meter persegi untuk pembangunan Indonesian House atau Rumah Budaya Indonesia, yang akan menjadi pusat kegiatan budaya dan bahasa. Program BIPA Goes to Campus juga diperluas ke Suez Canal University dan Ain Shams University, sehingga jangkauan pengajaran bahasa Indonesia di kalangan kampus Mesir semakin luas.

Diplomasi bahasa Indonesia di Mesir juga berjalan melalui jalur budaya. Pencak silat, yang memiliki sekitar 6.700 praktisi di Mesir, menjadi instrumen diplomasi bahasa karena istilah-istilah Indonesia digunakan dalam latihan. KBRI Kairo pun mendorong pengakuan resmi pencak silat sebagai cabang olahraga nasional melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Mesir, agar olahraga asli Indonesia itu semakin mengakar di sana.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Sekitar 600 mahasiswa bergabung dengan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dalam dua tahun terakhir sejak program ini resmi beroperasi.
  • Program studi ini menjadi salah satu jurusan paling diminati pada tahun akademik 2025/2026 dan 2026/2027, dengan penerimaan terbaru mencapai 350 mahasiswa baru.
  • Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo menerima penghargaan dari Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar.
  • KBRI Kairo tengah bernegosiasi dengan Kementerian Pendidikan Mesir agar bahasa Indonesia diajarkan sebagai bahasa asing pilihan ketiga di sekolah menengah negeri.
  • Universitas Al-Azhar menyediakan lahan seluas 2.700 meter persegi untuk pembangunan Indonesian House atau Rumah Budaya Indonesia.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *