Sebanyak 42 orang guru dan tenaga kependidikan SLB Negeri Pidie Jaya mengunjungi SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh untuk melakukan studi tiru. Kunjungan ini dilakukan guna memperkuat mutu Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus serta berbagi inovasi pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Kunjungan yang berlangsung di Jantho, Kabupaten Aceh Besar, itu disambut hangat oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Besar Ahmad Fazil dan Kepala SLB Pembina Provinsi Aceh Yossi Novianti bersama dewan guru serta tenaga kependidikan. SLB Pembina Provinsi Aceh dikenal sebagai salah satu SLB yang banyak melahirkan prestasi di tingkat nasional.
Kepala SLB Negeri Pidie Jaya Purnama Putra mengatakan kepada media pada Minggu, 1 November 2026, bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kedua lembaga untuk saling berbagi praktik baik. Tujuannya adalah meningkatkan mutu sekolah, kemandirian, dan keterampilan vokasional para peserta didik berkebutuhan khusus.
Purnama menjelaskan bahwa SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh merupakan salah satu sekolah yang mendidik anak-anak berkebutuhan khusus dengan pembelajaran terbaik dan telah melahirkan banyak prestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Praktik baik semacam inilah yang ingin dipelajari dan diadaptasi oleh SLBN Pidie Jaya.
Kunjungan ini juga bertujuan membangun sinergi demi pendidikan inklusif yang berkualitas. Pertemuan antara kedua SLB Negeri ini berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan, sehingga diskusi tentang pembelajaran, pengelolaan sekolah, dan pembinaan peserta didik dapat berjalan terbuka.
Bagi guru dan tenaga kependidikan, studi tiru memberi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana sekolah yang berprestasi mengelola pembelajaran sehari-hari. Pengalaman langsung seperti ini sering kali lebih membekas dibandingkan sekadar membaca panduan, karena rombongan dapat bertanya, mengamati, dan mendiskusikan kendala yang sama-sama dihadapi.
Keterampilan vokasional menjadi salah satu fokus penting dalam kunjungan ini. Bagi peserta didik berkebutuhan khusus, keterampilan vokasional adalah bekal kemandirian setelah lulus, sehingga sekolah perlu memastikan pembelajarannya benar-benar membekali mereka untuk hidup mandiri dan bermartabat.
Dengan sinergi yang dibangun melalui kunjungan ini, kedua sekolah diharapkan terus berbagi praktik baik dan saling menguatkan. Pendidikan inklusif yang berkualitas tidak lahir dari satu sekolah saja, melainkan dari jejaring sekolah yang mau belajar satu sama lain demi anak-anak berkebutuhan khusus di Aceh.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sebanyak 42 guru dan tendik SLBN Pidie Jaya mengunjungi SLB Pembina Provinsi Aceh untuk studi tiru.
- Kunjungan disambut Kacabdisdik Aceh Besar Ahmad Fazil dan Kepala SLB Pembina Yossi Novianti.
- Tujuan kunjungan adalah memperkuat mutu Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus serta berbagi inovasi pembelajaran.
- SLB Pembina dikenal banyak melahirkan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
- Kunjungan membangun sinergi demi pendidikan inklusif yang berkualitas dan keterampilan vokasional peserta didik.


