SpaceX ternyata tidak hanya mengoperasikan satu jaringan satelit. Selain Starlink yang dikenal luas sebagai layanan internet komersial, perusahaan antariksa milik Elon Musk itu juga membangun Starshield, jaringan satelit yang dirancang khusus untuk pelanggan keamanan nasional Amerika Serikat. Starshield diumumkan SpaceX pada Desember 2022 dengan cakupan awal pengamatan Bumi, komunikasi, dan muatan yang dititipkan pada satelit, dan sejak itu berkembang menjadi bagian penting dari arsitektur pertahanan antariksa Amerika.
Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada pengguna dan tujuannya. Starlink adalah layanan massal yang dimiliki dan dioperasikan SpaceX, dengan lebih dari 11.000 satelit broadband dan seluler yang mengorbit pada ketinggian sekitar 550 kilometer, diluncurkan dengan roket Falcon 9, dan melayani konsumen, perusahaan, serta pelanggan pemerintah di lebih dari 160 negara. Starshield, menurut Bleddyn Bowen, dosen astropolitik di Universitas Durham, memakai bus satelit yang sama dengan Starlink, tetapi membawa peralatan yang lebih banyak serta perangkat keras dan lunak yang lebih aman dan diperkuat, untuk menyediakan konektivitas terenkripsi bagi pengguna militer.
Satelit Starshield secara fisik terpisah dari satelit Starlink, namun dapat memanfaatkan jaringan Starlink bila diperlukan. Interoperabilitas itu disebut tersedia bagi pengguna keamanan nasional Amerika, bukan bagi pengguna komersial Starlink. Soal kendali, pemerintah Amerika adalah pelanggan dan dalam beberapa kasus pemiliknya, sementara SpaceX membangun satelitnya, mengoperasikan jaringan Starlink yang mendasarinya, dan dalam beberapa pengaturan juga mengoperasikan satelit Starshield. Pembagian kendali ini disebut belum sepenuhnya jelas, dan Bowen membandingkannya dengan sistem Skynet milik Inggris, di mana kontraktor mengoperasikan satelit sementara militer dan pemerintah mengarahkan operasinya.
Komponen Starshield mencakup satelit mata-mata untuk National Reconnaissance Office (NRO) dalam apa yang disebut arsitektur proliferasi, termasuk wahana elektro-optik, radar, dan relai. NRO sendiri tidak memakai nama Starshield, tetapi menyatakan pada awal 2026 telah meluncurkan lebih dari 200 satelit dalam beberapa tahun terakhir, banyak di antaranya untuk arsitektur tersebut. Proyek besar lainnya adalah Space Data Network Backbone, yang sebelumnya dikenal sebagai MILNET, kontrak harga tetap senilai 2,29 miliar dolar Amerika dari Angkatan Antariksa AS untuk membangun jaringan berbasis satelit Starshield yang memindahkan data dengan cepat antara sensor peringatan rudal dan pencegat, sebagai bagian dari rencana pertahanan rudal Golden Dome. Prototipenya ditargetkan rampung pada akhir 2027, dan seorang pejabat Angkatan Antariksa menggambarkannya sebagai milik pemerintah dan dioperasikan SpaceX sebagai kontraktor di bawah pengawasan Angkatan Antariksa.
Starshield juga menjadi sorotan pada Oktober 2026, ketika operator drone Ukraina kehilangan tautan berkecepatan tinggi selama lebih dari sepekan. Pejabat di Kyiv menyebut terminal Starshield berhenti bekerja di atas kecepatan 160 kilometer per jam mulai 14 Oktober, sehingga menghambat operasi pertahanan dan pencegatan drone Rusia. Konektivitas penuh disebut pulih pada 24 Oktober menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, sementara perdebatan soal pihak yang bertanggung jawab masih berlanjut. Ke depan, prototipe jaringan data antariksa itu diharapkan hadir pada 2027, peluncuran NRO terus berjalan, dan sebagian besar detail tetap dirahasiakan karena banyak peluncuran yang bersifat rahasia.
Apa poin penting dari berita ini?
- Starshield adalah jaringan satelit SpaceX untuk pelanggan keamanan nasional Amerika Serikat, diumumkan pada Desember 2022.
- Starlink melayani pasar massal dengan lebih dari 11.000 satelit di ketinggian sekitar 550 kilometer di lebih dari 160 negara, sedangkan Starshield memakai bus satelit yang sama dengan perangkat yang lebih aman dan terenkripsi untuk militer.
- Pemerintah Amerika adalah pelanggan dan dalam beberapa kasus pemilik Starshield, sementara SpaceX membangun dan dalam beberapa pengaturan mengoperasikan satelitnya.
- Proyek Space Data Network Backbone senilai 2,29 miliar dolar Amerika menargetkan prototipe pada akhir 2027 sebagai bagian dari rencana pertahanan rudal Golden Dome.
- Pada Oktober 2026, operator drone Ukraina sempat kehilangan tautan berkecepatan tinggi, dan konektivitas penuh disebut pulih pada 24 Oktober.

