Sunday, 1 November 2026
Konspirasi

Klaim Trump dan Mantan Kontestan Miss Switzerland 1993: Apa yang Diketahui dan Belum Terverifikasi

Foto arsip Beatrice Keul bersama Donald Trump

Sebuah klaim yang beredar pada Oktober 2026 menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan penyerangan seksual terhadap mantan kontestan Miss Switzerland, Béatrice Keul, pada 1993. Klaim itu kembali ramai setelah dimuat dalam laporan yang dirilis anggota Demokrat di Komite Kehakiman DPR Amerika Serikat pada 26 Oktober 2026. Artikel ini merangkum apa yang diketahui, apa yang dibantah, dan apa yang belum bisa diverifikasi secara independen, sesuai posisi pemeriksa fakta Snopes yang menelusuri rumor tersebut.

Yang dapat dipastikan adalah adanya tuduhan itu sendiri dan sumbernya. Keul, yang saat itu berusia 24 tahun, menyampaikan kesaksiannya kepada staf komite yang sedang menyelidiki hubungan Trump di masa lalu dengan Jeffrey Epstein, pemodal yang kemudian dihukum sebagai pelaku kejahatan seksual dan meninggal dalam tahanan federal pada 2019. Laporan staf Demokrat itu memuat kesaksian Keul tentang peristiwa yang menurutnya terjadi di Hotel Plaza, New York, pada November 1993, ketika ia berada di Amerika Serikat untuk mengikuti kontes kecantikan Donald J. Trump American Dream Pageant yang diselenggarakan Trump.

Menurut laporan tersebut, Keul bertemu Trump pada sebuah jamuan makan siang yang terkait dengan kontes itu di Hotel Plaza, yang saat itu dimiliki Trump. Dalam pertemuan itu, Trump disebut menawarkan bantuan untuk memperoleh visa Amerika Serikat dan penerimaan di New York University. Keul juga menyebut bertemu Epstein pada acara yang sama, yang disebut menggambarkan dirinya sebagai teman dekat Trump dan menyampaikan tawaran bantuan serupa.

Laporan itu kemudian mengisahkan bahwa seseorang yang bertindak atas nama Trump mengundangnya untuk bertemu Trump di sebuah kamar hotel, dan Keul menerima undangan itu karena meyakini pertemuan tersebut dapat membantu karier dan rencana studinya di Amerika Serikat. Di dalam kamar itulah, menurut kesaksian Keul, terjadi penyerangan seksual yang ia gambarkan sebagai brutal. Kesaksian ini adalah tuduhan dari satu pihak, yang dimuat dalam laporan staf legislatif, dan bukan merupakan putusan pengadilan.

Gedung Putih membantah tuduhan itu dengan tegas. Juru bicara Gedung Putih, Lauren Bis, menyampaikan melalui surel kepada Snopes bahwa tidak satu pun dari tuduhan tersebut benar. Bis juga menilai laporan Demokrat itu sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian publik dari momentum politik Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu 2026. Dalam surel yang sama, Bis menambahkan bahwa Trump telah mengusir Epstein dari klubnya di Mar-a-Lago karena Epstein dianggap berperilaku menyimpang, dan bahwa Trump telah sepenuhnya dibebaskan dari hal-hal yang berkaitan dengan Epstein.

Yang juga penting untuk dicatat adalah riwayat pernyataan Keul sebelumnya, karena riwayat itu menunjukkan bagaimana klaim ini berkembang. Daily Mail pertama kali memberitakan kisah Keul pada Oktober 2024, namun dalam pemberitaan itu Keul menggambarkan dirinya berhasil melawan Trump, dan belum menyampaikan tuduhan pemerkosaan secara terbuka pada saat itu. Pada September 2026, Keul menyampaikan kesaksian yang ia gambarkan sebagai penyerangan seksual dalam siniar Unheard: True Crime in Their Own Words, yang dipandu oleh pembuat konten dan advokat penyintas Justin Shepherd. Perbedaan antara pernyataan 2024 dan kesaksian 2026 ini menjadi salah satu alasan mengapa pemeriksa fakta bersikap hati-hati.

Posisi Snopes atas rumor ini jelas dan perlu dikutip apa adanya: hingga laporan itu ditulis, klaim bahwa Trump memperkosa Keul belum dapat diverifikasi secara independen. Snopes menyatakan telah menghubungi Keul untuk meminta keterangan lebih lanjut dan masih menunggu jawabannya, serta akan memperbarui laporannya apabila informasi tambahan muncul. Dengan kata lain, yang terverifikasi saat ini adalah bahwa tuduhan itu ada dan dimuat dalam laporan legislatif, sementara kebenaran peristiwa yang dituduhkan belum ditetapkan.

Sejumlah batasan lain juga berlaku. Trump tidak didakwa atas tuduhan Keul, dan tuduhan itu belum terbukti di pengadilan. Laporan staf komite itu sendiri bukan merupakan temuan hukum tentang bersalah atau tidaknya seseorang, dan tidak secara independen membuktikan bahwa peristiwa yang dituduhkan benar-benar terjadi. Laporan tersebut, menurut pemberitaan yang merujuknya, disusun berdasarkan wawancara, catatan FBI, kesaksian penyintas, dan dokumen yang berkaitan dengan Epstein, sementara pihak Demokrat menyerukan penyelidikan lebih lanjut atas tuduhan yang melibatkan Epstein dan rekan-rekannya.

Konteks politiknya pun tidak bisa dilepaskan dari cara rumor ini menyebar. Laporan itu dirilis ketika anggota Demokrat di Komite Kehakiman memperbarui pertanyaan tentang kontak Trump di masa lalu dengan Epstein dan tentang perlakuan terhadap perempuan yang mengaku bertemu tokoh-tokoh berkuasa melalui jaringan sosial dan bisnis. Sejumlah pembaca Snopes bahkan mengirimkan surel untuk menanyakan rumor tersebut, yang menunjukkan bahwa klaim ini beredar luas di media sosial sebelum diperiksa faktanya.

Karena itu, cara yang tepat untuk membaca kabar ini adalah dengan memisahkan tiga lapisan yang berbeda. Lapisan pertama adalah fakta yang terdokumentasi: ada kesaksian Keul, ada laporan staf Demokrat tertanggal 26 Oktober 2026, dan ada bantahan resmi Gedung Putih. Lapisan kedua adalah tuduhan itu sendiri, yang sampai saat ini berstatus belum terverifikasi secara independen. Lapisan ketiga adalah kesimpulan hukum, yang belum ada, karena tidak ada dakwaan maupun putusan pengadilan terkait tuduhan ini. Mencampuradukkan ketiga lapisan itu, misalnya dengan menyajikan tuduhan sebagai peristiwa yang sudah terbukti, adalah kesalahan yang harus dihindari.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Klaim yang beredar pada Oktober 2026 menyebut Donald Trump melakukan penyerangan seksual terhadap mantan kontestan Miss Switzerland, Béatrice Keul, pada 1993.
  • Klaim itu dimuat dalam laporan yang dirilis anggota Demokrat di Komite Kehakiman DPR Amerika Serikat pada 26 Oktober 2026, berdasarkan kesaksian Keul yang saat itu berusia 24 tahun.
  • Menurut laporan tersebut, Keul berada di Amerika Serikat untuk kontes Donald J. Trump American Dream Pageant, dan peristiwa yang dituduhkan terjadi di Hotel Plaza, New York, pada November 1993.
  • Gedung Putih membantah tuduhan itu dengan tegas melalui juru bicara Lauren Bis, yang menyatakan tidak satu pun dari tuduhan tersebut benar.
  • Keul pernah menyampaikan kisah berbeda pada Oktober 2024 melalui Daily Mail, dan pada September 2026 menyampaikan kesaksian dalam siniar Unheard: True Crime in Their Own Words.
  • Posisi pemeriksa fakta Snopes adalah klaim itu belum dapat diverifikasi secara independen, Trump tidak didakwa atas tuduhan tersebut, dan tuduhan itu belum terbukti di pengadilan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *