Saturday, 31 October 2026
Prestasi

Guru Pesantren Al Zahrah Raih Juara Harapan II Qiraah Sab’ah MTQ Aceh Besar 2026

Al-Qur'an terbuka di atas rehal kayu dengan kaligrafi Arab yang indah

JANTHO — Guru Pesantren Modern Al Zahrah, Ustaz Riza Mulia, meraih Juara Harapan II cabang Qiraah Sab’ah Mujawwad golongan dewasa putra pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXV Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026. Ia tampil mewakili Kecamatan Peukan Bada dan bersaing dengan 23 peserta dari kecamatan lain di seluruh Aceh Besar.

Keputusan penetapan juara itu diumumkan ketua dewan hakim dan tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Hakim Nomor 5/KEP-DH/MTQ/AB/2026 tentang Penetapan Juara MTQ XXXV Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026. Pengumuman disampaikan di panggung utama di Kecamatan Kuta Baro, pada Jumat malam, 30 Oktober 2026.

Atas raihan tersebut, Ustaz Riza mendapatkan piala, sertifikat, dan sejumlah uang pembinaan. Ia merupakan guru tilawah di Pesantren Modern Al Zahrah, dan dalam kesempatan itu ia mempersembahkan prestasi tersebut untuk para santri yang diasuhnya, khususnya santri kelas tilawah.

“Juara harapan ini saya persembahkan untuk santri Al Zahrah, khususnya santri kelas Tilawah,” ungkap Ustaz Riza, yang juga tercatat sebagai mantan Juara III MTQ Kota Yogyakarta Tahun 2025.

Cabang Qiraah Sab’ah menguji kemampuan peserta membacakan Al-Qur’an dengan variasi bacaan yang diakui dalam tradisi ilmu qiraat. Pada golongan mujawwad, bacaan dilantunkan dengan tartil yang indah, memperhatikan tajwid, makhraj, serta irama, sehingga penilaiannya menuntut ketepatan sekaligus keindahan penyampaian.

MTQ sendiri merupakan ajang yang mempertemukan para qari, qariah, hafiz, dan hafizah dari berbagai daerah untuk mengukur kemampuan sekaligus memasyarakatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Di tingkat kabupaten, ajang ini menjadi pintu awal sebelum peserta melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus menjadi ruang pembinaan bagi pesantren dan lembaga pendidikan Al-Qur’an.

Bagi Ustaz Riza, prestasi seorang guru bukan sekadar piala yang dibawa pulang. Ia memandangnya sebagai motivasi dan inspirasi besar untuk menumbuhkan semangat peserta didik, agar mereka berani tampil, tekun berlatih, dan percaya bahwa proses belajar yang panjang akan membuahkan hasil.

Dalam kesempatan itu, Ustaz Riza juga menyampaikan pentingnya merawat semangat belajar tanpa henti. Ia menekankan bahwa membaca dan mempelajari Al-Qur’an adalah hal yang wajib bagi setiap muslim, sementara MTQ hanyalah wadah apresiasi dan sarana mengukur kemampuan diri.

“Jangan hanya menekuni ilmu Al-Qur’an di saat jelang MTQ,” pesannya, seraya mengingatkan diri sendiri dan para santri agar tetap dekat dengan Al-Qur’an serta mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Dr. Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., menyampaikan apresiasi atas perolehan juara tersebut. “Tahniah, selamat Ustaz Riza, mudah-mudahan semangat prestasinya bisa ditularkan ilmunya kepada santri Al Zahrah,” ujarnya.

Apresiasi itu menegaskan bahwa prestasi guru dan prestasi santri berjalan seiring: ketika guru terus belajar dan berani berkompetisi, santri mendapatkan teladan nyata di hadapan mereka setiap hari. Ke depan, capaian ini diharapkan menjadi penyemangat bagi santri Al Zahrah untuk mengikuti jejak yang sama, baik di cabang tilawah maupun cabang-cabang MTQ lainnya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Ustaz Riza Mulia, guru Pesantren Modern Al Zahrah, meraih Juara Harapan II cabang Qiraah Sab’ah Mujawwad golongan dewasa putra pada MTQ XXXV Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026.
  • Ia mewakili Kecamatan Peukan Bada dan bersaing dengan 23 peserta dari kecamatan lain di Aceh Besar.
  • Penetapan juara diumumkan ketua dewan hakim di panggung utama Kecamatan Kuta Baro pada Jumat malam, 30 Oktober 2026, dan tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Hakim Nomor 5/KEP-DH/MTQ/AB/2026.
  • Atas raihan itu ia mendapatkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan, yang dipersembahkannya untuk santri Al Zahrah, khususnya santri kelas tilawah.
  • Ustaz Riza berpesan agar ilmu Al-Qur’an ditekuni tanpa henti, bukan hanya menjelang MTQ, dan pimpinan pesantren mengapresiasi capaian tersebut sebagai teladan bagi santri.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *