Jalan yang menghubungkan kawasan Pasir Putih, Sawangan, dengan Bulak Barat, Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, kembali terendam banjir pada Jumat sore, 30 Oktober 2026. Genangan air ini kembali muncul setelah wilayah tersebut sempat surut, sehingga akses jalan yang menjadi penghubung dua kawasan itu kembali terganggu.
Banjir yang berulang di titik yang sama menunjukkan persoalan drainase dan daya tampung air yang belum sepenuhnya teratasi. Ketika hujan deras turun dalam waktu singkat, air tidak dapat mengalir dengan cepat ke saluran pembuangan, sehingga menggenangi jalan. Kondisi ini diperparah bila saluran air tersumbat sampah atau sedimentasi, serta bila daerah resapan air di sekitarnya semakin berkurang akibat pembangunan.
Bagi warga, banjir di jalan penghubung bukan sekadar genangan air. Jalan tersebut merupakan akses harian bagi banyak orang untuk bekerja, bersekolah, dan mengurus berbagai keperluan. Ketika jalan terendam dan tidak bisa dilewati, aktivitas warga terganggu: kendaraan harus memutar jauh, sebagian warga terpaksa menunda perjalanan, dan risiko kecelakaan pun meningkat, terutama bagi pengendara sepeda motor yang sulit memperkirakan kedalaman genangan.
Ketua RT setempat menyebut akses jalan tidak bisa dilewati saat genangan terjadi, tetapi air diperkirakan surut dalam beberapa jam. Perkiraan ini memberikan sedikit kelegaan, namun tidak menghilangkan persoalan mendasarnya. Banjir yang datang dan surut berulang kali tetap merugikan warga, mulai dari kerusakan jalan, gangguan usaha kecil di sekitar lokasi, hingga kekhawatiran akan banjir yang lebih besar bila hujan deras kembali turun.
Wilayah Depok dan sekitarnya memang memasuki musim hujan, ketika curah hujan tinggi menjadi hal yang lumrah. Pada masa seperti ini, kesiapsiagaan warga dan pemerintah setempat menjadi sangat penting. Pembersihan saluran air secara berkala, pemantauan titik-titik rawan genangan, dan kesiapan peralatan penanganan darurat merupakan langkah-langkah yang dapat mengurangi dampak banjir, meski tidak selalu dapat mencegahnya sepenuhnya.
Bagi warga yang tinggal di sekitar titik banjir, sejumlah langkah antisipasi dapat dilakukan secara mandiri. Di antaranya mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi saat hujan deras mulai turun, menghindari memaksakan kendaraan melintasi genangan yang dalam, serta menjaga saluran air di depan rumah agar tidak tersumbat sampah. Langkah-langkah sederhana ini kerap terbukti mengurangi kerugian saat banjir datang.
Pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam penanganan jangka panjang. Normalisasi saluran, penataan daerah aliran air, dan pengawasan pembangunan di daerah resapan merupakan upaya yang membutuhkan waktu, tetapi hasilnya lebih berkelanjutan dibandingkan sekadar penanganan darurat setiap kali banjir terjadi. Tanpa perbaikan sistem drainase, genangan di titik yang sama diperkirakan akan terus berulang setiap musim hujan.
Kasus banjir di jalan penghubung Pasir Putih dan Bulak Barat ini menjadi pengingat bahwa persoalan banjir perkotaan membutuhkan penanganan yang menyeluruh. Warga berharap genangan yang berulang ini mendapat perhatian serius, agar akses jalan yang vital bagi kehidupan sehari-hari mereka tidak terus-menerus lumpuh setiap kali hujan deras turun.
Apa poin penting dari berita ini?
- Jalan penghubung Pasir Putih, Sawangan, dengan Bulak Barat, Cipayung, Depok, kembali terendam banjir pada Jumat sore, 30 Oktober 2026.
- Akses jalan tidak bisa dilewati saat genangan terjadi, meski air diperkirakan surut dalam beberapa jam.
- Banjir yang berulang menunjukkan persoalan drainase dan daya tampung air yang belum teratasi.
- Penanganan jangka panjang seperti normalisasi saluran dan penataan daerah resapan dinilai penting agar genangan tidak terus berulang.


