Bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terus digelontorkan secara masif. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 5.792 kepala keluarga (KK) atau 19.635 jiwa mengalami krisis air bersih yang parah akibat kemarau panjang.
Berdasarkan data distribusi bantuan air yang tercatat sejak 15 Juni hingga 27 Oktober 2026, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 1.433 tangki atau setara dengan 7.215.500 liter. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.267 tangki atau 6.335.000 liter bersumber dari bantuan BPBD Klaten, sementara sisanya sebanyak 166 tangki atau 880.500 liter berasal dari kontribusi CSR perusahaan dan komunitas masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Anjung Darojati, pada Kamis, 29 Oktober 2026, mengungkapkan bahwa kekeringan tahun ini dipicu oleh fenomena El Nino yang berdampak pada 21 desa di tujuh kecamatan.
“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga di 21 desa yang terdampak kekeringan, BPBD Klaten bersama beberapa mitra CSR dan komunitas hingga saat ini masih terus aktif mendistribusikan bantuan air bersih,” ujar Anjung Darojati.
Upaya pengiriman bantuan air ini diprioritaskan untuk wilayah-wilayah yang sumber air tanahnya sudah mengering total. Prioritas itu penting agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat kekeringan berlangsung, karena tanpa pasokan dari luar, warga di wilayah tersebut tidak memiliki sumber air yang dapat diandalkan.
Kekeringan yang dipicu El Nino ini menunjukkan bagaimana fenomena iklim dapat melumpuhkan sumber air berskala luas dalam waktu yang panjang. Sejak pertengahan Juni hingga akhir Oktober, atau lebih dari empat bulan, pasokan air harus terus didatangkan dari luar ke desa-desa terdampak. Skala penyalurannya pun besar: lebih dari tujuh juta liter air telah didistribusikan, dengan porsi terbesar dari pemerintah daerah dan sisanya dari dunia usaha dan komunitas.
Keterlibatan CSR perusahaan dan komunitas masyarakat menjadi penopang penting dalam penyaluran ini. Meski porsinya lebih kecil dibanding bantuan BPBD, kontribusi 166 tangki tersebut membantu menutup kebutuhan di desa-desa yang distribusinya membutuhkan armada tambahan.
Selama masa tanggap darurat kekeringan masih berlangsung, distribusi air bersih akan terus menjadi kebutuhan harian warga di 21 desa tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan pasokan tetap berjalan hingga sumber air tanah pulih, serta menyiapkan langkah antisipasi agar kekeringan serupa pada musim kemarau berikutnya tidak kembali menimbulkan krisis sebesar ini.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sebanyak 5.792 KK atau 19.635 jiwa di Kabupaten Klaten mengalami krisis air bersih parah akibat kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino.
- Kekeringan berdampak pada 21 desa di tujuh kecamatan, menurut BPBD Klaten pada Kamis, 29 Oktober 2026.
- Sejak 15 Juni hingga 27 Oktober 2026, total 1.433 tangki atau 7.215.500 liter air bersih telah disalurkan.
- Sebanyak 1.267 tangki atau 6.335.000 liter berasal dari BPBD Klaten, dan 166 tangki atau 880.500 liter dari CSR perusahaan dan komunitas masyarakat.
- Distribusi diprioritaskan untuk wilayah yang sumber air tanahnya sudah mengering total, agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.


