Tuesday, 3 November 2026
Teknologi

PT PAL dan BRIN Kembangkan Teknologi Energi Bersih KRI Sriwijaya-100

Penandatanganan kerja sama PT PAL dan BRIN

PT PAL Indonesia dan Badan Riset dan Inovasi Nasional menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan teknologi energi bersih bagi KRI Sriwijaya-100. Penandatanganan dilakukan di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 3 November 2026.

Kerja sama ini mempertemukan galangan kapal milik negara dengan lembaga riset nasional. PT PAL Indonesia bertindak sebagai pelaku industri perkapalan, sementara BRIN berperan sebagai penggerak riset dan inovasi.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod dan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menjadi tokoh yang terlibat dalam kerja sama tersebut. Keduanya mewakili institusi masing-masing dalam upaya menghubungkan riset dengan industri.

Fokus kerja sama adalah pengembangan teknologi energi bersih untuk kapal KRI Sriwijaya-100. Teknologi yang dikembangkan mencakup sistem propulsi dan sistem energi kapal, agar kapal beroperasi lebih bersih dan efisien.

Langkah ini diambil untuk mendukung industri pertahanan dan maritim nasional yang lebih hijau, efisien, dan mandiri. Kapal perang dan kapal pendukung yang memakai energi bersih diharapkan menekan emisi sekaligus menekan ketergantungan pada teknologi luar.

Dari sisi riset, kerja sama ini menjadi contoh bagaimana hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium. BRIN membawa pengetahuan dan teknologi, sedangkan PT PAL membawa kemampuan rekayasa dan produksi kapal.

Dari sisi industri, pengembangan teknologi energi bersih juga menjadi tuntutan zaman. Industri perkapalan dunia bergerak menuju kapal yang lebih ramah lingkungan, sehingga kemampuan dalam negeri perlu terus ditingkatkan.

KRI Sriwijaya-100 menjadi wahana penerapan teknologi tersebut. Nama kapal itu disebut sebagai sasaran pengembangan, meski rincian spesifikasi teknis, biaya, maupun jadwal pengerjaan tidak tercantum dalam keterangan yang dikutip.

Karena itu, artikel ini tidak mencantumkan angka biaya, target waktu, maupun detail teknis di luar yang terverifikasi. Hal-hal tersebut baru dapat ditulis setelah ada keterangan resmi lanjutan dari PT PAL maupun BRIN.

Kerja sama ini juga memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia. Ketika riset nasional dan industri galangan kapal berjalan seiring, kemampuan membangun dan mengembangkan kapal di dalam negeri menjadi semakin kokoh.

Ke depan, keberhasilan pengembangan teknologi energi bersih untuk KRI Sriwijaya-100 dapat menjadi pijakan bagi proyek kapal lainnya. Pengalaman yang diperoleh dari proyek ini berpotensi diterapkan pada kapal-kapal berikutnya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • PT PAL Indonesia dan BRIN menandatangani nota kesepahaman teknologi energi bersih untuk KRI Sriwijaya-100.
  • Penandatanganan dilakukan di Surabaya pada Selasa, 3 November 2026.
  • Kerja sama mencakup riset, pengembangan, dan penerapan teknologi energi bersih, termasuk sistem propulsi dan energi kapal.
  • Tujuannya adalah industri pertahanan dan maritim yang lebih hijau, efisien, dan mandiri.
  • Biaya, jadwal, dan spesifikasi teknis tidak tercantum dalam keterangan yang dikutip.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *