Peneliti Universitas Concordia mengembangkan bahan bakar gel berbasis minyak tanah yang diklaim dapat membuat bahan bakar roket dan satelit lebih mudah disimpan dan dikendalikan. Temuan ini dipublikasikan pada 31 Oktober 2026 dalam jurnal Langmuir, dan menawarkan jawaban atas tantangan lama dalam propulsi antariksa: menjaga bahan bakar tetap stabil saat disimpan, namun tetap mengalir dengan baik ketika mesin membutuhkannya.
Material baru ini menggabungkan minyak tanah dengan lesitin, zat yang mudah terbakar dan berasal dari bahan alami, serta sedikit kalsium klorida. Kombinasi tersebut dirancang untuk menyeimbangkan dua tuntutan yang selama ini saling bertentangan dalam bahan bakar antariksa.
Bahan bakar cair memiliki kelemahan karena dapat berguncang dan berpindah-pindah di dalam tangki, sehingga mempersulit pengendalian wahana antariksa. Sebaliknya, bahan bakar gel konvensional memang lebih stabil, tetapi sulit dipompa dan disemprotkan ke dalam mesin untuk pembakaran. Gel baru ini berusaha mengatasi kedua masalah tersebut sekaligus.
Dalam pengujian, para peneliti mengukur bagaimana gel merespons gaya, suhu, dan perubahan kimia. Hasilnya, kekentalan gel turun sekitar 100 kali lipat ketika diberi gaya yang semakin besar, sehingga gel mengalir lebih mudah dalam kondisi yang dibutuhkan untuk injeksi bahan bakar. Saat diam, gel justru berperilaku lebih seperti padatan lunak, yang berpotensi mengurangi pergerakan dan kebocoran bahan bakar yang tidak diinginkan.
Sampel gel tersebut juga terbukti stabil selama lebih dari satu tahun dalam wadah tertutup, tanpa terlihat adanya pemisahan. Tampilan gel yang transparan disebut dapat membantu peneliti mengamati bagaimana bahan bakar bergerak dan terbakar, sehingga perilaku pembakarannya lebih mudah dipelajari.
Penelitian ini dilakukan oleh Pranay Mudaliar bersama Jerin John, profesor madya bidang Teknik Mesin, Industri, dan Dirgantara di Universitas Concordia. Judul lengkap studinya adalah Rheology and Thermal Characterization of Lecithin-Based Kerosene Gels for In-Space Propulsion. Para peneliti menegaskan bahwa karya ini baru menjadi fondasi yang menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut, dan pengujian pada sistem propulsi yang sesungguhnya masih dibutuhkan untuk memastikan seberapa baik material ini bekerja dalam penerbangan antariksa.
Jika terbukti dalam pengujian lanjutan, bahan bakar gel seperti ini dapat membantu wahana antariksa menyimpan bahan bakar lebih aman selama misi yang panjang, sekaligus mengendalikan alirannya dengan lebih presisi saat manuver. Untuk saat ini, temuan tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam upaya membuat propulsi antariksa lebih terkendali dan lebih andal.
Apa poin penting dari berita ini?
- Peneliti Universitas Concordia mengembangkan bahan bakar gel berbasis minyak tanah untuk roket dan satelit, yang dipublikasikan pada 31 Oktober 2026 di jurnal Langmuir.
- Gel ini menggabungkan minyak tanah dengan lesitin dan sedikit kalsium klorida, dirancang agar stabil saat disimpan namun mudah mengalir saat mesin membutuhkannya.
- Bahan bakar cair dapat berguncang di dalam tangki dan mempersulit pengendalian wahana, sedangkan gel konvensional sulit dipompa dan disemprotkan ke mesin.
- Kekentalan gel turun sekitar 100 kali lipat saat diberi gaya yang semakin besar, dan saat diam gel berperilaku seperti padatan lunak sehingga mengurangi pergerakan dan kebocoran.
- Sampel gel tetap stabil lebih dari satu tahun dalam wadah tertutup tanpa pemisahan yang terlihat, dan tampilannya yang transparan membantu pengamatan pergerakan dan pembakaran bahan bakar.
- Penelitian oleh Pranay Mudaliar dan Jerin John ini masih merupakan fondasi awal; pengujian pada sistem propulsi sesungguhnya masih dibutuhkan sebelum dipakai dalam penerbangan antariksa.


