Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet mendorong penguatan ekspor pangan yang tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani. Menurutnya, peningkatan ekspor harus diiringi dengan penguatan kualitas produksi, pendampingan kepada petani, serta tata niaga yang memastikan petani memperoleh nilai tambah dari hasil usahanya.
Alim menyampaikan pandangan itu saat memaparkan kinerja sektor pertanian dalam Special Event 2 Tahun Prabowo-Gibran bertajuk Rapor untuk Rakyat di Jakarta. Dalam forum itu, ia menilai peningkatan ekspor sebagai capaian positif sektor pertanian yang perlu terus dijaga, dengan catatan capaian itu harus benar-benar dirasakan oleh pelaku utama di lapangan, yaitu petani.
Menurut Alim, perluasan pasar ekspor harus berjalan seiring dengan penguatan produksi dari hulu hingga hilir. Peningkatan kualitas hasil pertanian, konsistensi pasokan, pemenuhan standar mutu, serta pengolahan produk menjadi faktor penting agar komoditas pertanian Indonesia memiliki daya saing di pasar internasional.
Hilirisasi menjadi kata kunci dalam dorongan itu. Dengan mengembangkan produk olahan dan memperbaiki kualitas hasil produksi, petani berpeluang memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dibandingkan hanya menjual produk dalam bentuk bahan mentah. Nilai tambah yang tercipta dari pengolahan inilah yang seharusnya tinggal lebih banyak di tangan petani dan pelaku usaha di daerah.
Alim juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong pendampingan bagi petani agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar yang dipersyaratkan pasar ekspor. Pendampingan itu mencakup peningkatan kemampuan budidaya, penanganan pascapanen, serta pemahaman terhadap persyaratan mutu dan keamanan pangan di negara tujuan.
Di sisi lain, Alim menyoroti masih adanya anomali harga pada sejumlah komoditas. Anomali itu terjadi ketika pasokan melimpah tetapi harga di tingkat petani justru turun, sementara harga yang dibayarkan konsumen dapat meningkat. Kondisi semacam itu menunjukkan adanya persoalan dalam tata niaga yang harus dibenahi bersama.
Persoalan tata niaga semacam ini penting karena menentukan siapa yang menikmati keuntungan dari rantai pasok. Jika jalur distribusi terlalu panjang, informasi harga tidak transparan, atau posisi tawar petani lemah, maka kenaikan volume ekspor sekalipun belum tentu diterjemahkan menjadi kenaikan pendapatan petani.
Karena itu, Alim menekankan bahwa ekspor harus memberikan dampak nyata terhadap pendapatan petani. Petani seharusnya memperoleh manfaat yang sepadan dari upaya pemerintah untuk mengejar peningkatan volume ekspor, dan penguatan produksi harus diikuti dengan hilirisasi agar komoditas pertanian memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar global.
Dorongan ini sejalan dengan arah transformasi pertanian yang menekankan produksi yang kuat di hulu, pengolahan yang memadai di tengah, dan pemasaran yang adil di hilir. Ketika ketiga mata rantai itu berjalan seimbang, ekspor tidak lagi sekadar angka statistik, melainkan menjadi jalan bagi kesejahteraan petani.
Bagi petani, pesan praktisnya adalah pentingnya menjaga kualitas sejak di lahan, memperhatikan penanganan pascapanen, dan memanfaatkan pendampingan yang tersedia agar produknya memenuhi standar pasar. Bagi pemerintah dan pelaku usaha, tugasnya adalah memastikan tata niaga yang sehat sehingga harga yang adil sampai ke tangan petani.
Dengan begitu, ekspor pangan diharapkan tidak hanya membesarkan neraca perdagangan, tetapi juga memperkuat daya beli petani, membuka lapangan kerja di pengolahan hasil pertanian, dan menjaga keberlanjutan usaha tani di daerah.
Apa poin penting dari berita ini?
- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet mendorong penguatan ekspor pangan yang tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani.
- Menurut Alim, perluasan pasar ekspor harus berjalan seiring dengan penguatan produksi dari hulu hingga hilir.
- Dengan mengembangkan produk olahan dan memperbaiki kualitas hasil produksi, petani berpeluang memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dibandingkan hanya menjual produk dalam bentuk bahan mentah.
- Alim juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong pendampingan bagi petani agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar yang dipersyaratkan pasar ekspor.
- Anomali itu terjadi ketika pasokan melimpah tetapi harga di tingkat petani justru turun, sementara harga yang dibayarkan konsumen dapat meningkat.


