Perusahaan teknologi antariksa Astroscale mengusulkan gagasan yang dulu hanya ada di film fiksi ilmiah: armada wahana antariksa pengawal yang bertugas melindungi satelit-satelit penting dari serangan atau gangguan di orbit. Teknologi yang selama ini dikembangkan untuk membersihkan sampah antariksa dan memperbaiki satelit rusak kini dinilai bisa dialihfungsikan menjadi sistem pertahanan orbit.
Usulan itu disampaikan Alex Godfrey, kepala pertahanan Astroscale, dalam sebuah acara di London pada Oktober 2026. Menurut Godfrey, wahana pelindung pertama bisa siap diluncurkan dalam waktu kurang dari tiga tahun, karena tantangan teknis terbesarnya, yaitu mendekati dan bermanuver di dekat wahana lain di orbit, sebagian besar sudah teratasi lewat misi-misi servicing yang sudah terbang.
Kekhawatiran yang mendorong gagasan ini nyata dan meningkat. Satelit-satelit Rusia dan China dalam beberapa tahun terakhir dilaporkan bermanuver sangat dekat dengan aset-aset negara Barat, termasuk pendekatan yang dipandang mengancam dan mengarah pada operasi senjata di orbit. Satelit yang terancam itu bukan sembarang perangkat: mereka menopang komunikasi militer, navigasi, pengumpulan intelijen, dan layanan sipil yang dipakai jutaan orang setiap hari.
Astroscale punya rekam jejak yang membuat usulannya sulit diabaikan. Misi ELSA-d yang berjalan pada 2021 sampai 2024 mendemonstrasikan rendezvous dan penangkapan magnetik terhadap wahana klien di orbit rendah Bumi. Kemudian misi ADRAS-J pada 2024 berhasil mendekati dan memeriksa tahap roket Jepang yang sudah tidak terpakai hingga jarak kurang dari 15 meter, padahal benda itu tidak pernah dirancang untuk didekati. Kedua kemampuan itulah, mendekat, memeriksa, dan menangkap, yang menjadi fondasi wahana pengawal.
Godfrey tidak mengusulkan satu pengawal untuk satu satelit. Ia mengusulkan armada patroli bersama di tingkat Eropa, di mana wahana-wahana pelindung ditempatkan untuk mengawasi kelompok aset sekutu. Logikanya sederhana: Inggris saja memiliki banyak aset di berbagai posisi di cincin geostasioner, sehingga melindunginya dengan satu wahana tidaklah praktis. Jika Prancis, Inggris, dan Jerman memiliki aset di lokasi yang berdekatan, satu wahana pengawal bisa melindungi dua atau tiga satelit sekutu sekaligus, sementara negara lain bertanggung jawab atas wilayah orbit lainnya.
Dari sisi biaya, Godfrey memperkirakan satu misi pelindung hanya menelan sekitar satu persen dari nilai konstelasi satelit militer besar, dengan program komunikasi Skynet Inggris senilai 8,4 miliar poundsterling sebagai contoh. Dengan hitungan itu, membangun wahana pengawal dinilai masih dalam kemampuan dan anggaran satu negara seperti Inggris sekalipun, apalagi bila biayanya ditanggung bersama sekutu.
Sejalan dengan usulan itu, Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan pada 28 Oktober 2026 kontrak senilai 15 juta poundsterling kepada Astroscale UK sebagai kontraktor utama program LEDA, dengan BAE Systems dan Open Cosmos sebagai pendukung. Kontrak yang ditandatangani pada 29 September 2026 itu mencakup pembuatan, peluncuran, dan pengoperasian wahana untuk meningkatkan pemahaman Inggris tentang peperangan orbit dan cara menangkal aktivitas rendezvous dan proximity yang mengancam di dekat satelit militer serta aset penting lainnya.
Penting untuk membedakan dua hal di sini. LEDA adalah program untuk memahami dan menangkal ancaman orbit, bukan pesanan armada pengawal operasional yang sudah jadi, dan Kementerian Pertahanan Inggris tidak menggambarkannya sebagai pembelian armada bersenjata. Sementara itu, Astroscale sendiri mengakui belum menandatangani kontrak untuk membangun satelit pengawal yang diusulkan, meski menurut direktur pelaksana Astroscale UK, Nick Shave, perusahaan itu sedang berdiskusi dengan perusahaan dan pelanggan di seluruh Eropa, dan pemerintah Inggris menjanjikan pendanaan pengembangan kendali antariksa mulai 2030.
Jika armada pengawal ini benar-benar terwujud menjelang 2030, cara negara melindungi aset orbitnya akan berubah secara mendasar, dari sekadar memantau ancaman menjadi menempatkan penjaga aktif di sekitar aset paling berharga. Namun hingga kontrak pembangunan ditandatangani dan wahana pertama terbang, gagasan ini tetaplah sebuah proposal yang didukung teknologi yang sudah terbukti, bukan sistem pertahanan yang sudah beroperasi.
Apa poin penting dari berita ini?
- Astroscale mengusulkan armada wahana antariksa pengawal untuk melindungi satelit penting dari serangan atau gangguan di orbit, dengan memanfaatkan teknologi pembersih sampah antariksa dan perbaikan satelit.
- Kepala pertahanan Astroscale, Alex Godfrey, menilai wahana pelindung pertama bisa siap diluncurkan dalam waktu kurang dari tiga tahun.
- Fondasi teknologinya sudah terbukti lewat misi ELSA-d pada 2021 sampai 2024 dan misi ADRAS-J pada 2024 yang mendekati tahap roket Jepang hingga jarak kurang dari 15 meter.
- Godfrey mengusulkan patroli bersama Eropa, di mana satu wahana pengawal melindungi dua atau tiga satelit sekutu yang berada di lokasi berdekatan.
- Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan pada 28 Oktober 2026 kontrak LEDA senilai 15 juta poundsterling kepada Astroscale UK, tetapi program itu adalah upaya memahami dan menangkal ancaman orbit, bukan pesanan armada pengawal operasional.
- Astroscale mengakui belum menandatangani kontrak pembangunan satelit pengawal, meski sedang berdiskusi dengan pelanggan di Eropa dan pemerintah Inggris menjanjikan pendanaan mulai 2030.


