Monday, 2 November 2026
Kesehatan

Puskesmas Rutin Periksa Kesehatan Petugas Karhutla di Banjar, Lindungi Garda Depan dari Asap

Petugas kesehatan memeriksa kondisi petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan

Puskesmas Martapura 2 memeriksa kesehatan petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, secara rutin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi petugas yang setiap hari berhadapan dengan asap, panas, dan medan berat tetap terpantau kesehatannya.

Petugas karhutla bekerja dalam kondisi yang jauh dari ringan. Mereka memadamkan api di lahan gambut dan semak, menghirup asap dalam waktu lama, serta bekerja di bawah terik matahari dengan perlengkapan pelindung yang berat. Tanpa pemantauan kesehatan, risiko gangguan pernapasan dan kelelahan berat bisa luput dari perhatian.

Asap kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit. Keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih, dan sakit kepala sering dianggap sepele, padahal bila dibiarkan dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius, terutama bagi petugas yang terpapar berulang kali.

Karena itu, pemeriksaan rutin oleh puskesmas memiliki peran pencegahan yang penting. Melalui pemeriksaan berkala, tenaga kesehatan dapat mendeteksi dini keluhan petugas, memberikan penanganan yang tepat, dan menentukan apakah seorang petugas perlu istirahat atau dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan.

Langkah ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap petugas karhutla. Mereka adalah garda depan yang melindungi permukiman, lahan pertanian, dan kualitas udara masyarakat luas. Menjaga kesehatan mereka sama artinya dengan menjaga keberlangsungan upaya pemadaman itu sendiri.

Selain pemeriksaan, edukasi kesehatan bagi petugas juga penting. Penggunaan masker yang sesuai, kecukupan cairan, istirahat yang cukup di sela tugas, serta kebersihan diri setelah bertugas adalah kebiasaan sederhana yang dapat menekan risiko sakit secara signifikan.

Dari sudut pandang sistem kesehatan, keterlibatan puskesmas dalam pemantauan petugas karhutla menunjukkan bahwa layanan kesehatan primer tidak hanya menunggu pasien datang. Puskesmas aktif mendatangi kelompok berisiko dan menjalankan fungsi pencegahan, sesuai dengan peran yang seharusnya diemban fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Ke depan, pola seperti di Banjar ini layak menjadi contoh bagi daerah lain yang rawan karhutla. Ketika kesehatan petugas dijamin, pemadaman berjalan lebih optimal, dan masyarakat pun terlindungi dari dampak kebakaran yang lebih luas.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Puskesmas Martapura 2 rutin memeriksa kesehatan petugas karhutla di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
  • Petugas karhutla terpapar asap, panas, dan medan berat dalam tugas pemadaman.
  • Asap karhutla dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.
  • Pemeriksaan berkala mendeteksi dini keluhan dan menentukan perlunya istirahat atau rujukan.
  • Pola ini menunjukkan peran aktif puskesmas dalam pencegahan bagi kelompok berisiko.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *