Sebuah unggahan di media sosial yang mengklaim pemerintah Indonesia dan Arab Saudi menyediakan umroh gratis dipastikan tidak benar. Tim pemeriksa fakta Mafindo melalui TurnBackHoax menelusuri unggahan itu dan menyimpulkan bahwa konten tersebut merupakan konten palsu yang dibuat-buat, bukan pengumuman resmi dari pemerintah mana pun.
Unggahan itu dibagikan akun Facebook bernama Travel Barokah pada Sabtu, 26 September 2026. Akun tersebut mengunggah foto berisi narasi bahwa pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memberi peluang umroh gratis, dengan 300 kuota umroh gratis periode Desember 2026 tanpa biaya. Fasilitas yang dijanjikan dalam narasi itu meliputi tiket pesawat pulang-pergi, hotel, makan tiga kali sehari, tour leader atau pemimpin perjalanan umroh, dan asuransi perjalanan. Unggahan itu juga mengarahkan pembaca untuk mengklik tombol daftar di bawah kanan gambar, dengan iming-iming kesempatan hanya datang sekali saja.
Hingga Selasa, 6 Oktober 2026, unggahan tersebut tercatat mendapat sekitar 180 tanda suka dan sekitar 30 komentar. Angka itu menunjukkan unggahan tersebut sempat menarik perhatian dan berpotensi menjerat pembaca yang sedang mencari kesempatan beribadah dengan biaya ringan.
Tim pemeriksa fakta Mafindo kemudian mengakses tautan yang tercantum dalam unggahan itu. Hasilnya, tautan tersebut mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat, dan nomor Telegram. Pola semacam ini patut dicurigai, karena pendaftaran resmi program pemerintah tidak lazim meminta data pribadi melalui formulir tak resmi yang disebar lewat akun media sosial biasa.
Pemeriksaan berlanjut dengan memasukkan kata kunci program umroh gratis dari kerja sama pemerintah Indonesia dan Arab Saudi ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Tidak ada pengumuman resmi tentang 300 kuota umroh gratis periode Desember 2026 seperti yang dinarasikan unggahan itu.
Tim pemeriksa fakta lalu mencoba kata kunci lain, yaitu program umroh gratis dari Arab Saudi. Penelusuran ini mengarah pada pemberitaan yang tayang Rabu, 24 Juni 2026, tentang Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud yang memberikan undangan umroh gratis kepada 1.000 jamaah dari 16 negara, termasuk Indonesia. Pemberitaan itu menjelaskan bahwa jamaah yang terpilih mendapat undangan langsung dari pihak Arab Saudi, bukan mendaftar melalui tautan tertentu. Fakta ini justru memperjelas perbedaan mendasarnya: program undangan yang benar-benar ada tidak dibuka lewat tautan pendaftaran di media sosial, sedangkan unggahan yang beredar justru mengarahkan pembaca mengklik tombol daftar dan mengisi data pribadi.
Atas seluruh temuan itu, TurnBackHoax menyimpulkan unggahan berisi tautan umroh gratis dari pemerintah Indonesia dan Arab Saudi yang mengarah ke laman tak resmi merupakan konten palsu atau fabricated content. Klaim 300 kuota gratisnya tidak terbukti, tautannya mengarah ke formulir pengumpul data pribadi, dan tidak ada sumber kredibel yang mendukungnya.
Temuan ini menjadi pengingat agar masyarakat berhati-hati terhadap tawaran ibadah gratis yang beredar di media sosial. Informasi tentang umroh dan haji sebaiknya selalu dicek melalui kanal resmi pemerintah dan penyelenggara perjalanan ibadah yang terdaftar, bukan melalui unggahan yang meminta data pribadi lewat tautan tidak resmi. Jika menemukan tawaran serupa, jangan mengisi formulirnya dan jangan menyebarkannya sebelum kebenarannya diperiksa.
Apa poin penting dari berita ini?
- Akun Facebook Travel Barokah pada Sabtu, 26 September 2026 mengunggah klaim pemerintah Indonesia dan Arab Saudi menyediakan 300 kuota umroh gratis periode Desember 2026 tanpa biaya.
- Hingga Selasa, 6 Oktober 2026, unggahan tersebut tercatat mendapat sekitar 180 tanda suka dan sekitar 30 komentar.
- Tautan dalam unggahan itu mengarah ke formulir digital yang meminta nama, alamat, dan nomor Telegram.
- Pencarian kata kunci klaim tersebut tidak menemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkannya.
- Program undangan umroh yang benar-benar ada, dari Raja Salman untuk 1.000 jamaah dari 16 negara, diberikan lewat undangan langsung pihak Arab Saudi, bukan lewat tautan pendaftaran.
- TurnBackHoax menyimpulkan unggahan tautan umroh gratis itu merupakan konten palsu yang mengarah ke laman tak resmi.


