Monday, 2 November 2026
Antariksa

Rocket Lab Luncurkan Satelit Radar Jepang iQPS dalam Misi The Sea God Surveys

Roket Electron Rocket Lab di landasan peluncuran untuk misi satelit pengamat Bumi

Rocket Lab bersiap meluncurkan misi ke-99-nya pada Minggu, 2 November 2026, dengan membawa satelit pengamat Bumi milik perusahaan Jepang iQPS. Misi yang diberi nama The Sea God Surveys ini akan diluncurkan menggunakan roket Electron dari Launch Complex 1 di Semenanjung Mahia, Selandia Baru, dengan jendela peluncuran yang dibuka pada pukul 11.30 pagi waktu ET atau 15.30 GMT.

Muatan dalam penerbangan ini adalah QPS-SAR-16, sebuah satelit radar apertur sintetis atau synthetic aperture radar (SAR) yang diberi nama YACHIHOKO-I. Nama tersebut dijelaskan sebagai bahasa Jepang untuk panah dewa laut, selaras dengan nama misi The Sea God Surveys. Satelit ini menjadi misi ke-13 yang diterbangkan Rocket Lab untuk iQPS, perusahaan pencitraan Bumi asal Jepang.

Rocket Lab menyampaikan bahwa liputan peluncuran akan dimulai 20 menit sebelum lepas landas melalui situs web perusahaan dan akun X-nya, sehingga publik dapat menyaksikan langsung detik-detik peluncuran Electron. Bagi iQPS, peluncuran ini memiliki arti penting karena setelah QPS-SAR-16 mengorbit, perusahaan tersebut akan memiliki sembilan satelit yang beroperasi di orbit.

Jumlah itu merupakan langkah menuju target yang lebih besar. iQPS menargetkan membangun konstelasi 36 satelit SAR pada akhir 2027. Konstelasi sebesar itu dirancang untuk meningkatkan frekuensi pengamatan terhadap permukaan Bumi, karena satelit radar dapat mengamati wilayah dalam berbagai kondisi, termasuk saat awan menutupi pandangan optik biasa.

Peluncuran dari Mahia juga menegaskan posisi Selandia Baru sebagai salah satu lokasi peluncuran komersial yang aktif. Launch Complex 1 telah menjadi basis utama Electron, roket kecil yang dirancang khusus untuk mengantar satelit-satelit berukuran relatif kecil ke orbit secara terjadwal. Model ini berbeda dengan roket berat yang mengangkut muatan sangat besar dalam satu penerbangan.

Bagi pengamat antariksa, misi seperti The Sea God Surveys menunjukkan betapa cepatnya industri satelit swasta berkembang. Perusahaan-perusahaan pencitraan Bumi kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada program pemerintah, melainkan membangun armada sendiri melalui penyedia peluncuran komersial. Setiap tambahan satelit berarti data pengamatan yang lebih sering diperbarui untuk kebutuhan pemetaan, pemantauan lingkungan, hingga tanggap bencana.

Dengan jadwal yang sudah diumumkan dan liputan langsung yang disiapkan, peluncuran QPS-SAR-16 menjadi salah satu agenda antariksa yang dinantikan pada awal November 2026. Keberhasilan misi ini akan menambah satu lagi satelit radar Jepang di orbit dan mendekatkan iQPS pada konstelasi 36 satelit yang ditargetkan rampung pada akhir 2027.

Apa poin penting dari berita ini?

Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:

  • Rocket Lab bersiap meluncurkan misi ke-99-nya pada Minggu, 2 November 2026, dengan membawa satelit pengamat Bumi milik perusahaan Jepang iQPS.
  • Muatan dalam penerbangan ini adalah QPS-SAR-16, sebuah satelit radar apertur sintetis atau synthetic aperture radar (SAR) yang diberi nama YACHIHOKO-I.
  • Rocket Lab menyampaikan bahwa liputan peluncuran akan dimulai 20 menit sebelum lepas landas melalui situs web perusahaan dan akun X-nya.
  • Bagi iQPS, peluncuran ini memiliki arti penting karena setelah QPS-SAR-16 mengorbit, perusahaan tersebut akan memiliki sembilan satelit yang beroperasi di orbit.
  • iQPS menargetkan membangun konstelasi 36 satelit SAR pada akhir 2027.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *