Sunday, 1 November 2026
Lingkungan

Kepulauan Seribu Kembangkan Wisata Bebas Sampah Lewat Pulauku Nol Sampah

Kapal layanan Dishub di Pelabuhan Muara Angke yang melayani penyeberangan ke Kepulauan Seribu

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, mengembangkan kawasan wisata bebas sampah melalui pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Upaya ini dijalankan lewat program Pulauku Nol Sampah, dengan Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, sebagai percontohan.

Apa yang dilakukan, siapa yang terlibat, dan mengapa pendekatan ini dipilih? Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan menegaskan bahwa upaya mewujudkan Pulauku Nol Sampah tidak cukup hanya dengan mengandalkan kegiatan pengangkutan dan pembersihan sampah. Pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci, sekaligus mendukung peningkatan kualitas lingkungan dalam penilaian Adipura.

Kolaborasi ini diharapkan dapat membangun tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan pulau dan menjaga 2,5 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya tuntas di TPS 3R. TPS 3R adalah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle, tempat sampah dipilah, dikurangi, digunakan kembali, dan didaur ulang. Dari sebelas pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu, enam pulau telah memiliki TPS 3R, sementara pulau lainnya melakukan pengelolaan sampah sesuai fasilitas dan kondisi setempat.

Sampah dari pulau-pulau wisata dan kawasan resort terdekat juga didorong untuk dikelola secara mandiri melalui fasilitas pengolahan yang tersedia. Melalui sistem pengelolaan sampah tersebut, Kepulauan Seribu sejak 1 Agustus 2026 tidak lagi melakukan pengiriman sampah ke TPST Bantargebang. Sampah tidak lagi dipandang semata-mata sebagai beban yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.

Pada aspek pariwisata bebas sampah, upaya yang dilakukan antara lain melalui implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026. Sebanyak 100 persen rumah telah melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, serta pengembangan dua pulau menuju konsep zero waste, yaitu Pulau Pramuka dan Pulau Bidadari. Langkah ini diharapkan dapat membangun kawasan wisata yang bersih dan nyaman tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Bagaimana pemilahan itu dibangun dari tingkat keluarga? Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menyiapkan Pulau Pramuka sebagai percontohan melalui edukasi masyarakat, pemilahan limbah sejak dari rumah, dan penguatan pengolahan di tingkat pulau. Dalam kegiatan edukasi dan pelatihan Gerakan Pilah Sampah dari Hulu ke Hilir di Pulau Pramuka pada Selasa (20/10/2026), kegiatan itu melibatkan 60 warga Kelurahan Pulau Panggang dari unsur pengurus RT dan RW, lembaga masyarakat, kader PKK, Dasawisma, serta petugas pelayanan umum.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Achmad Hariadi mengatakan pemilahan yang konsisten sejak sumbernya menentukan efektivitas pengolahan pada tahap berikutnya. Petugas juga meninjau operasional TPS 3R di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka. Berdasarkan data yang disampaikan Wakil Bupati Aceng Zaeni pada 19 Oktober 2026, pemilahan sampah dari sumbernya telah mencapai 59 persen, dan pengelolaan sampah telah berjalan di 11 pulau berpenduduk, termasuk pemanfaatan sampah organik sebagai bahan pakan ternak di Pulau Untung Jawa.

Di lingkungan pendidikan, Pemkab Kepulauan Seribu mendorong siswa membiasakan pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu. Upaya tersebut diperkuat setelah kunjungan pemerintah daerah ke SMKN 61 Jakarta di Pulau Tidung dan SMAN 69 Jakarta di Pulau Pramuka. Selain pengelolaan sampah, terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian dalam pembangunan lingkungan hidup berkelanjutan di Kepulauan Seribu, yaitu pariwisata bebas sampah, pengembangan ekosistem bahari, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui rantai ekonomi sirkular.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Pemkab Kepulauan Seribu mengembangkan wisata bebas sampah lewat program Pulauku Nol Sampah, dengan Pulau Pramuka sebagai percontohan.
  • Sebanyak 2,5 ton sampah per hari ditargetkan tuntas di TPS 3R, dan enam dari sebelas pulau berpenduduk telah memiliki TPS 3R.
  • Sejak 1 Agustus 2026, Kepulauan Seribu tidak lagi mengirim sampah ke TPST Bantargebang.
  • Sebanyak 100 persen rumah telah melakukan pemilahan sampah, dan dua pulau, Pramuka dan Bidadari, dikembangkan menuju konsep zero waste.
  • Pemilahan sampah dari sumbernya telah mencapai 59 persen, dengan edukasi melibatkan 60 warga Pulau Panggang pada 20 Oktober 2026.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *