Monday, 2 November 2026
Teknologi

Derivatif Jadi Penopang Kinerja COIN, Raup Rp15,08 Miliar pada Kuartal III 2026

Seorang pria berbaju batik berdiri di depan papan nama PT Indokripto Koin Semesta Tbk

PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatat pendapatan dari segmen derivatif sebesar Rp15,08 miliar pada kuartal III 2026. Angka itu naik 24,6 persen secara kuartalan dibandingkan Rp12,1 miliar pada kuartal II 2026, dan membuat derivatif menjadi penopang utama kinerja perseroan di tengah koreksi pasar aset kripto.

Apa yang tumbuh, berapa besarnya, dan kapan? Pada kuartal III 2026 saja, segmen derivatif menyumbang 48,1 persen dari total pendapatan COIN, atau hampir separuh. Secara kumulatif, kontribusi derivatif selama sembilan bulan 2026 mencapai 36,7 persen, naik dari 20,1 persen pada periode yang sama tahun 2025. Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menyebut produk derivatif mulai menjadi salah satu mesin pertumbuhan perseroan, didukung pengembangan instrumen dan perluasan layanan derivatif bersama perusahaan anak.

Mengapa derivatif bisa tumbuh saat pasar melemah? Berbeda dengan transaksi spot yang sangat bergantung pada minat beli investor baru, pendapatan derivatif terkait dengan frekuensi transaksi dan penggunaan leverage. Karena itu, ketika harga aset kripto bergejolak, aktivitas derivatif justru bisa tetap berjalan. Data internal bursa PT Central Finansial X (CFX) menunjukkan nilai transaksi derivatif relatif stabil, yakni Rp43,13 triliun sepanjang sembilan bulan 2026 dibandingkan Rp44,91 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, sementara transaksi spot menyusut dari Rp363,04 triliun menjadi Rp216,40 triliun.

Bagaimana gambaran kinerja COIN secara keseluruhan? Pendapatan perseroan selama sembilan bulan 2026 tercatat Rp105,17 miliar, turun 48,6 persen dibandingkan Rp204,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus pada kuartal III 2026, pendapatan perseroan mencapai Rp31,39 miliar, terkoreksi 2,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Hingga akhir September 2026, perseroan mencatat aset lancar Rp378,9 miliar, atau sekitar 15 kali total liabilitas sebesar Rp24,5 miliar. Di sisi lain, perseroan masih membukukan rugi bersih Rp40,78 miliar hingga September 2026, berbalik dari laba Rp25,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Seberapa besar ruang tumbuh derivatif? Ade Wahyu menilai peluangnya masih terbuka lebar, mengingat saat ini baru enam dari total 21 anggota bursa CFX yang menyediakan layanan derivatif kepada konsumen. Artinya, pasar derivatif aset kripto di Indonesia masih jauh dari jenuh, dan perusahaan yang lebih dulu membangun instrumen serta layanan berpeluang merebut pangsa lebih besar.

Apa yang perlu diwaspadai? Derivatif adalah produk berisiko tinggi karena memakai leverage, sehingga keuntungan dan kerugian bisa membesar dalam waktu singkat. Pertumbuhan segmen ini memang menopang pendapatan bursa, tetapi edukasi dan perlindungan konsumen tetap menjadi prasyarat agar pertumbuhan tidak dibayar dengan kerugian investor ritel yang tidak memahami risikonya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatat pendapatan segmen derivatif Rp15,08 miliar pada kuartal III 2026, naik 24,6 persen dari kuartal sebelumnya.
  • Segmen derivatif menyumbang 48,1 persen total pendapatan COIN pada kuartal III 2026 dan 36,7 persen selama sembilan bulan 2026.
  • Pendapatan COIN selama sembilan bulan 2026 tercatat Rp105,17 miliar, turun 48,6 persen dari Rp204,63 miliar setahun sebelumnya.
  • Transaksi derivatif di bursa CFX relatif stabil di Rp43,13 triliun, sementara transaksi spot menyusut dari Rp363,04 triliun menjadi Rp216,40 triliun.
  • Baru enam dari 21 anggota bursa CFX yang menyediakan layanan derivatif kepada konsumen, sehingga ruang tumbuh masih terbuka.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *