Monday, 2 November 2026
Kesehatan

Kemenkes Ajak Masyarakat Rangkul Anak Down Syndrome, Lawan Stigma dan Kesepian

Anak-anak dengan down syndrome mengikuti jalan sehat bersama orang tua di kawasan Kuningan Jakarta

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maria Endang Sumiwi, mengajak seluruh masyarakat merangkul penyandang down syndrome guna mengusir rasa kesepian, sekaligus mendorong para orang tua memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas secara optimal. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan jalan sehat bersama anak dengan down syndrome di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Endang menegaskan bahwa konsep kesehatan bukan sekadar terbebas dari penyakit fisik, melainkan juga menyangkut kesehatan jiwa yang diperoleh dari rasa diterima secara sosial. Kesepian adalah ketika seseorang merasa tidak diterima, tidak dilibatkan, tidak dianggap ada, dan kesepian itu nyata dampaknya bagi kesehatan, terutama kesehatan jiwa, katanya.

Endang meminta masyarakat untuk mulai melakukan langkah sederhana, seperti memberikan sapaan, senyuman, dan ajakan bermain untuk mengusir rasa sepi yang dialami penyandang disabilitas tersebut. Langkah kecil itu, menurut dia, bisa menjadi awal dari penerimaan sosial yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak keluarga.

Kemenkes juga mengimbau para orang tua agar tidak berkecil hati dan terus aktif memantau tumbuh kembang anak mereka melalui fasilitas kesehatan primer secara terpadu. Datanglah ke Puskesmas, bergabunglah dengan komunitas, dan ceritakan perjalanan Anda. Kami ada untuk mendampingi, ujar dia. Endang memastikan pemerintah berkomitmen memperkuat deteksi dini serta penanganan masalah kesehatan penyerta pada anak dengan down syndrome melalui program cek kesehatan gratis di fasilitas tingkat pertama.

Menurut dia, kolaborasi yang erat antara keluarga, komunitas, dan fasilitas kesehatan diharapkan mampu menciptakan ekosistem inklusif yang mendukung penyandang down syndrome untuk berdaya dan berkarya secara maksimal. Dukungan yang terpadu itu mencakup pemantauan tumbuh kembang, penanganan kesehatan penyerta, hingga ruang sosial yang menerima mereka tanpa stigma.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS), Eliza Rogi, mengatakan kegiatan ini digelar sekaligus meramaikan Bulan Kesadaran Down Syndrome yang diperingati setiap Oktober. Tahun ini kita mengangkat tema Together Against Loneliness, artinya bersama melawan kesepian. Tema ini kita ambil karena kita merasakan bahwa sampai hari ini anak-anak dengan down syndrome itu masih dibayang-bayangi dengan adanya stigma, pengabaian dan lain sebagainya, katanya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kemenkes mengajak masyarakat merangkul penyandang down syndrome untuk mengusir rasa kesepian.
  • Kesehatan jiwa dipengaruhi rasa diterima secara sosial, bukan hanya bebas dari penyakit fisik.
  • Langkah sederhana seperti sapaan, senyuman, dan ajakan bermain dapat mengusir rasa sepi.
  • Orang tua diimbau memantau tumbuh kembang anak lewat puskesmas dan program cek kesehatan gratis.
  • Kegiatan jalan sehat ini meramaikan Bulan Kesadaran Down Syndrome bertema Together Against Loneliness.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *