Dua peneliti dari California Institute of Technology (Caltech) menemukan bahwa deposit garam di permukaan planet katai Ceres kemungkinan jauh lebih besar daripada perkiraan sebelumnya. Temuan itu dimuat dalam studi terbaru di Journal of Geophysical Research: Planets, yang mengolah kembali data wahana Dawn milik NASA yang menjelajahi Ceres pada 2015 hingga 2018.
Ceres selama ini kerap luput dari perhatian, padahal ia adalah objek terbesar di sabuk asteroid utama dan massanya mencapai 25 hingga 30 persen dari total massa seluruh sabuk tersebut. Statusnya memang planet katai, sama seperti Pluto, tetapi karena letaknya di sabuk asteroid utama, ia sering dianggap sekadar asteroid. Di balik citra itu, bagian dalam Ceres berlapis seperti planet berbatu pada umumnya, dan permukaannya menyimpan jejak aktivitas es air di masa lalu.
Jejak itu paling mudah dikenali lewat titik-titik terang di permukaan Ceres. Titik terang tersebut adalah deposit garam yang sangat reflektif, sisa dari proses yang oleh para ilmuwan disebut kriovulkanisme, yakni aktivitas yang melibatkan es air, bukan batuan cair. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa yang bisa diajarkan deposit garam itu tentang pembentukan dan evolusi Ceres.
Untuk menjawabnya, para peneliti menggabungkan data Dawn dengan serangkaian model komputer. Mereka menelusuri evolusi es air permukaan dan deposit garam, terutama pada proses peralihan dari es air menjadi deposit garam melalui penguapan yang dalam istilah ilmiah disebut sublimasi. Fokusnya adalah satu kesenjangan lama: apakah data Dawn selama ini sudah memperkirakan jumlah es air dan garam secara tepat, atau justru ada selisih antara hasil pengamatan dan keadaan sebenarnya di permukaan.
Hasilnya menunjukkan bahwa deposit garam bisa tersembunyi di balik es air yang bercampur dengannya. Karena tertutup es, jumlah garam yang teramati menjadi lebih kecil dari yang sebenarnya. Para peneliti memperkirakan deposit garam itu berpotensi 30 hingga 50 persen lebih besar daripada hipotesis sebelumnya. Dengan kata lain, Ceres menyimpan garam lebih banyak daripada yang selama ini terbaca dari data pengamatan.
Prosesnya bekerja lewat semacam umpan balik. Ketika es air yang mengandung garam menguap, garamnya tertinggal dan kadar garam di permukaan pun meningkat. Es dalam deposit yang mengandung garam juga menguap lebih mudah dan bisa berpindah ke kawasan yang lebih dingin. Akibatnya, terbentuk perbedaan komposisi antara permukaan dingin yang kaya es dan kawasan yang lebih hangat yang kaya garam. Para peneliti menyebut model ini sebagai segregasi termal pada es asin, yang mirip dengan pemilahan pada satelit-satelit es.
Longsoran di permukaan, yang disebut mass wasting, ikut berperan dalam proses tersebut. Longsoran menyingkap es air yang sebelumnya tertutup, lalu es itu menguap dan meninggalkan titik-titik terang asin yang diamati Dawn. Sebagian deposit es air yang teramati Dawn bahkan mungkin baru saja tersingkap oleh longsoran semacam itu. Karena itu, permukaan Ceres bukanlah permukaan yang diam, melainkan permukaan yang terus berubah lewat penguapan dan longsoran.
Temuan ini juga menyelesaikan sebuah paradoks lama. Deposit yang kaya garam di dekat permukaan Ceres kemungkinan tidak berawal dari kondisi yang langsung kaya garam. Sebaliknya, deposit itu berawal dari kadar garam yang rendah, lalu kadarnya meningkat karena es air yang mengandung garam menguap dari permukaan optiknya. Agar berbagai deteksi es bisa selaras dengan usia geologis es yang sebenarnya singkat, permukaan optik itu harus terus mendapat pasokan es baru.
Bagi ilmu planet, koreksi ini penting karena mengubah cara membaca sejarah Ceres. Jika garamnya lebih banyak dari perkiraan, maka gambaran tentang air, garam, dan evolusi permukaan planet katai itu pun ikut berubah. Deposit garam bukan lagi sekadar noda terang di foto wahana, melainkan arsip tentang bagaimana es dan garam bergerak, terpisah, dan menumpuk selama sejarah Ceres. Penelitian lanjutan pada masa mendatang diharapkan bisa menguji model ini lebih jauh dan mengungkap apa lagi yang disembunyikan es air di permukaan Ceres.
Apa poin penting dari berita ini?
- Dua peneliti Caltech menemukan deposit garam di permukaan Ceres kemungkinan jauh lebih besar daripada perkiraan sebelumnya.
- Studi yang dimuat di Journal of Geophysical Research: Planets ini mengolah kembali data wahana Dawn milik NASA yang menjelajahi Ceres pada 2015 hingga 2018.
- Ceres adalah objek terbesar di sabuk asteroid utama dan massanya mencapai 25 hingga 30 persen dari total massa seluruh sabuk tersebut.
- Deposit garam bisa tersembunyi di balik es air yang bercampur dengannya, dengan perkiraan 30 hingga 50 persen lebih besar daripada hipotesis sebelumnya.
- Longsoran di permukaan menyingkap es air yang kemudian menguap dan meninggalkan titik-titik terang asin yang diamati Dawn.
- Deposit yang kaya garam kemungkinan berawal dari kadar garam yang rendah, lalu kadarnya meningkat karena es air yang mengandung garam menguap.


