Sunday, 1 November 2026
Ekonomi

CNG 3 Kg Dibidik Jadi Pengganti LPG Subsidi, Pemerintah Targetkan Mulai 2027

Ilustrasi tabung gas pada grafis Ekopedia yang menjelaskan CNG sebagai pengganti LPG

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penggunaan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) dalam tabung 3 kilogram sebagai pengganti LPG 3 kg bersubsidi mulai diterapkan secara bertahap pada 2027. Program ini disiapkan sebagai jalan keluar dari ketergantungan impor LPG yang selama ini membebani anggaran subsidi energi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan proyek CNG 3 kg telah menjalani uji coba selama satu bulan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Saat ini proyek tersebut memasuki tahap evaluasi menyeluruh, mulai dari pengujian keandalan fisik tabung hingga pematangan model bisnis sebelum diterapkan kepada masyarakat.

Laode menjelaskan pemerintah masih membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikan evaluasi tersebut. Ia berharap implementasi dapat dimulai pada 2027. Program ini diberi nama Tabung Merah Putih, dan tahap awalnya menggunakan tabung prototipe yang diimpor dari China.

Sebagai langkah awal penyaluran pada 2027, pemerintah menyiapkan pengadaan sedikitnya 100 ribu tabung CNG 3 kg dari China. Pengumuman resmi mengenai skema dan pelaksanaan program akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebelum program diluncurkan secara nasional.

Bahlil sebelumnya mengungkap pengujian tabung CNG 3 kg telah memasuki tahap akhir. Salah satu pengujian yang masih dilakukan Lemigas adalah uji tembak dengan pembakaran pada suhu 850 derajat Celsius untuk memastikan tabung dan katupnya aman digunakan rumah tangga.

Tantangan utama pengembangan CNG tabung 3 kg terletak pada aspek teknis. Tekanan gas CNG berkisar 200 hingga 250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan tekanan LPG yang berada di kisaran 5 sampai 10 bar. Karena itu, kesiapan tabung, katup, dan infrastruktur pendukung harus benar-benar dipastikan sebelum tabung sampai ke tangan masyarakat.

Dari sisi harga, Kementerian ESDM memastikan harga jual CNG 3 kg akan disetarakan dengan LPG 3 kg agar tidak membebani masyarakat. Meski harganya sama, pemerintah memproyeksikan efisiensi anggaran hingga 30 persen karena pasokan gas berasal dari sumber domestik, bukan impor. Bahlil bahkan menyebut ongkos CNG bisa 30 sampai 40 persen lebih murah.

Dorongan substitusi ini berkaitan erat dengan kondisi fiskal. Alokasi kuota LPG 3 kg pada RAPBN 2027 dipangkas menjadi 8.000 ribu metrik ton dari usulan awal 8.945 ribu metrik ton, dan subsidi energi 2027 disepakati sebesar Rp261,5 triliun, turun Rp11,44 triliun dari usulan awal. Indonesia sendiri masih mengimpor 7 sampai 8 juta ton LPG per tahun, sementara konsumsi rumah tangga melampaui 8,5 juta ton per tahun dan produksi dalam negeri hanya sekitar 1,6 sampai 1,8 juta ton.

CNG sebenarnya bukan teknologi baru di Indonesia. Gas ini sudah digunakan di sektor perhotelan, restoran, dan kafe, serta dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah juga menyiapkan alternatif lain berupa kompor listrik dan perluasan jaringan gas serta transmisi pipa. Tahap selanjutnya bukan langsung dipasarkan, melainkan uji coba terbatas ke masyarakat di kota-kota besar, dengan pengadaan lanjutan melalui skema business to business tanpa membebani APBN.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Pemerintah menargetkan CNG 3 kg sebagai pengganti LPG 3 kg bersubsidi mulai diterapkan bertahap pada 2027.
  • Uji coba selama satu bulan di Lemigas sudah dilakukan dan kini masuk tahap evaluasi menyeluruh.
  • Sebanyak 100 ribu tabung CNG 3 kg dari China disiapkan sebagai langkah awal penyaluran pada 2027.
  • Tekanan gas CNG 200 hingga 250 bar jauh lebih tinggi dari LPG 5 sampai 10 bar, sehingga keamanan tabung dan katup diuji ketat.
  • Harga CNG 3 kg akan disetarakan dengan LPG 3 kg, dengan proyeksi efisiensi anggaran hingga 30 persen.
  • Indonesia masih mengimpor 7 sampai 8 juta ton LPG per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 1,6 sampai 1,8 juta ton.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *