Azhari Cage, S.IP., MAP., adalah politisi senior yang menjabat sebagai anggota DPD RI atau Senator asal daerah pemilihan (Dapil) Aceh untuk periode 2024–2029. Pria yang dikenal humoris serta dekat dengan berbagai kalangan, termasuk wartawan, ini dijuluki Singa Senayan dari Aceh karena sikapnya yang vokal dalam menyuarakan kekhususan Aceh dan implementasi butir-butir MoU Helsinki di tingkat nasional.
Lakap Cage melekat padanya sejak ia bergabung sebagai kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat Aceh masih berkonflik. Seusai Aceh berdamai, Azhari Cage menjadi Ketua Komisi C DPRK Aceh Utara periode 2009–2014, serta dilanjutkan sebagai Ketua Komisi I DPRA periode 2014–2019 yang membidangi hukum, politik, dan pemerintahan.
Kemudian pada Pileg 2019, ia meraih suara terbanyak sebagai anggota DPR RI dari Dapil 2 Aceh, namun partai yang mengusung dirinya, PBB, tak lolos parliamentary threshold sehingga ia harus memendam asa ke Senayan. Azhari kemudian ditunjuk sebagai Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) periode 2021–2022, lembaga resmi yang menangani reintegrasi mantan kombatan, tahanan politik, dan masyarakat korban konflik di Aceh.
Pada Pemilu 2024, ia terpilih sebagai anggota DPD RI setelah meraih 150.934 suara. Di Senayan, Azhari Cage dipercaya memegang beberapa posisi strategis di alat kelengkapan dewan, antara lain Anggota Komite II DPD RI yang membidangi pengelolaan sumber daya alam dan ekonomi, Anggota Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU), Anggota Panitia Musyawarah (Panmus), serta Anggota Badan Kehormatan (BK) DPD RI.
Fokus utamanya selama menjabat meliputi pengawalan optimalisasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, penguatan implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), serta percepatan pembangunan ekonomi daerah. Oleh para wartawan, ia dijuluki Singa Senayan dari Aceh, hal yang membuatnya sering mendapat telepon dari juru berita berbagai media nasional.
Saat Aceh dilanda banjir bandang di akhir 2025 lalu, Azhari Cage termasuk salah satu politisi yang turun langsung ke lokasi bencana dengan membawa bantuan. “Saya hanya ingin berbagi dengan sesama,” ujarnya ketika itu.
Azhari Cage kini menjabat sebagai Ketua Harian DPP Partai Aceh (2023–sekarang). Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat (2019–2023), Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Malikussaleh (IKA Unimal) periode 2024–2028, serta Ketua Pengprov Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia) Aceh (2015–2023).
Pria bernama lengkap Azhari Cage ini lahir di Aceh Utara, 12 Januari 1976. Pendidikan terakhirnya adalah S1 Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal) yang diselesaikannya pada 2016, dilanjutkan dengan Magister Administrasi Publik. Perjalanan panjangnya dari rimba konflik Aceh hingga kursi Senayan menjadi gambaran karier politik yang ditempa pengalaman lapangan, jabatan legislatif daerah, dan kepemimpinan organisasi pascakonflik.
Apa poin penting dari berita ini?
- Azhari Cage, S.IP., MAP., adalah politisi senior yang menjabat sebagai anggota DPD RI atau Senator asal daerah pemilihan (Dapil) Aceh untuk periode 2024–2029.
- Lakap Cage melekat padanya sejak ia bergabung sebagai kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat Aceh masih berkonflik.
- Pada Pemilu 2024, ia terpilih sebagai anggota DPD RI setelah meraih 150.934 suara.
- Fokus utamanya selama menjabat meliputi pengawalan optimalisasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, penguatan implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), serta percepatan pembangunan ekonomi daerah.


