Saturday, 31 October 2026
Ekonomi

1.463 Hektare Tebu Rakyat Disiapkan di Dompu untuk Perkuat Pasokan Gula

Hamparan kebun tebu rakyat di Kabupaten Dompu

Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan program peremajaan dan perluasan tanaman tebu rakyat seluas 1.463 hektare di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Program tersebut dijalankan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan dengan tujuan meningkatkan produktivitas perkebunan dan memperkuat pasokan bahan baku industri gula.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, menjelaskan bahwa program itu terdiri atas dua kegiatan utama. Pertama, peremajaan atau bongkar ratoon seluas 700 hektare, yakni mengganti tanaman tebu tua yang produktivitasnya sudah menurun dengan tanaman baru. Kedua, perluasan areal tanam seluas 763 hektare untuk menambah luas kebun tebu rakyat.

Mengapa peremajaan dan perluasan ini penting? Tanaman tebu yang sudah dipanen berulang kali dari rumpun yang sama, yang dikenal sebagai ratoon, cenderung mengalami penurunan hasil dari tahun ke tahun. Tanpa peremajaan, rendemen dan produksi gula akan terus merosot, sementara kebutuhan gula nasional tetap besar. Perluasan areal di sisi lain menambah basis pasokan, sehingga pabrik gula tidak kekurangan bahan baku saat musim giling tiba.

Program di Dompu ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas menuju swasembada gula nasional. Sepanjang 2025, Kementan telah menyalurkan bantuan sebanyak 1.925.760.000 mata benih tebu, setara dengan pengembangan areal sekitar 32.096 hektare di 7 provinsi dan 56 kabupaten. Pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran bantuan untuk pengembangan tebu seluas 99.547 hektare dengan total 5,9 miliar mata benih di 10 provinsi dan 74 kabupaten.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan komoditas tebu menjadi salah satu prioritas pemerintah. Ia menargetkan produksi gula nasional dapat meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada 2026, seiring perluasan dan optimalisasi lahan tebu nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Bagi Dompu, pengembangan tebu rakyat juga berkaitan erat dengan keberlangsungan industri gula setempat. Kabupaten ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Tebu Nasional pada akhir 2024 dan menjadi lokasi pabrik gula PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Doroncanga, yang beroperasi sejak 2017. Keberlanjutan pabrik tersebut sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku dari petani mitra di sekitarnya.

Namun, tantangan tidak berhenti pada penanaman. Petani Dompu masih berjuang di tengah biaya produksi yang tinggi, keterbatasan infrastruktur, serta jalur distribusi dari lahan ke pelabuhan yang belum sepenuhnya memadai. Karena itu, penguatan kelembagaan petani melalui koperasi tebu rakyat juga didorong oleh pemerintah daerah, agar petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat mulai dari pengadaan sarana produksi dan pembiayaan hingga penjualan hasil panen.

Jika peremajaan dan perluasan ini berjalan baik, manfaatnya berlapis: produktivitas kebun naik, pasokan bahan baku pabrik lebih stabil, pendapatan petani membaik, dan langkah menuju swasembada gula menjadi lebih kokoh.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kementan mengalokasikan program peremajaan dan perluasan tebu rakyat seluas 1.463 hektare di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
  • Program itu terdiri atas bongkar ratoon 700 hektare dan perluasan areal tanam 763 hektare melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.
  • Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas perkebunan dan memperkuat pasokan bahan baku industri gula.
  • Pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran 5,9 miliar mata benih tebu untuk pengembangan 99.547 hektare di 10 provinsi dan 74 kabupaten.
  • Menteri Pertanian menargetkan produksi gula nasional meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada 2026.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *