Sunday, 1 November 2026
Nanggroe

USK dan Dinas Peternakan Aceh Sepakat Kembangkan Riset Ternak Lokal

Penandatanganan kerja sama riset ternak lokal antara PRSATL USK dan Dinas Peternakan Aceh di Banda Aceh

Pusat Riset Sapi Aceh dan Ternak Lokal (PRSATL) Universitas Syiah Kuala (USK) dan Dinas Peternakan Aceh menandatangani Perjanjian Kerja Sama (MoA) tentang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terkait pengembangan sumber daya genetik ternak lokal Aceh dan kesehatan hewan. Penandatanganan berlangsung di Kantor Dinas Peternakan Aceh, Banda Aceh, pada 29 Oktober 2026.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Ketua PRSATL USK, Prof. Dr. Ir. Eka Meutia Sari, M.Sc., dan Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Safridhal. Kegiatan itu turut dihadiri dan didampingi oleh Pejabat Fungsional Pengawas Bibit Ternak Dinas Peternakan Aceh. Kerja sama ini mencakup penguatan kegiatan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan hasil penelitian dan mengembangkannya menjadi inovasi serta program yang aplikatif sesuai kebutuhan pembangunan peternakan di Aceh. Artinya, hasil riset tidak berhenti sebagai dokumen atau publikasi ilmiah, melainkan diolah menjadi langkah nyata yang bisa diterapkan oleh petugas dan peternak di lapangan.

Kepala Dinas Peternakan Aceh, Safridhal, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan peternakan yang berbasis ilmu pengetahuan, data, dan inovasi. Ia menyambut baik kerja sama dengan PRSATL USK sebagai langkah strategis untuk memperkuat pembangunan peternakan di Aceh. Safridhal berharap hasil penelitian yang dikembangkan tidak hanya berhenti pada tataran akademis, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata di lapangan, sehingga memberikan manfaat bagi petugas peternakan dan para peternak.

Sementara itu, Prof. Eka mengatakan kerja sama ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan sumber daya genetik hewan ternak lokal Aceh, khususnya Sapi Aceh, Kerbau Simeulue, Kerbau Gayo, dan Kuda Gayo. Keempat jenis ternak tersebut merupakan kekayaan plasma nutfah daerah yang memiliki nilai ekonomi, budaya, dan identitas tersendiri bagi masyarakat Aceh. Pengembangan ternak lokal tersebut memerlukan dukungan penelitian yang berkelanjutan, pengelolaan pembibitan yang terarah, peningkatan mutu genetik, serta penerapan teknologi peternakan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah.

Dalam konteks tersebut, peran PRSATL menjadi penting sebagai mitra strategis dalam mendukung penyediaan data ilmiah, kajian teknis, serta rekomendasi kebijakan yang dapat digunakan untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan peternakan. Di sisi lain, Dinas Peternakan Aceh memiliki peran dalam mendorong implementasi hasil penelitian melalui program pembinaan, pendampingan teknis, dan penguatan kapasitas petugas serta pelaku usaha peternakan. Pembagian peran ini menempatkan kampus sebagai penyedia bukti ilmiah dan pemerintah daerah sebagai pelaksana program di lapangan.

Kedua pihak menegaskan bahwa potensi ternak lokal yang menjadi kekayaan dan identitas Aceh harus dijaga dan dikembangkan secara terencana agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui sinergi antara riset dan pelaksanaan program di lapangan, kolaborasi ini ingin mendorong peningkatan produktivitas ternak, penguatan sistem pembibitan, pelestarian sumber daya genetik, serta peningkatan kesejahteraan peternak secara berkelanjutan. Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan usaha peternakan rakyat, serta dukungan terhadap ketahanan dan kemandirian pangan di Aceh.

Apa poin penting dari berita ini?

  • PRSATL USK dan Dinas Peternakan Aceh menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terkait pengembangan sumber daya genetik ternak lokal Aceh dan kesehatan hewan.
  • Penandatanganan berlangsung di Kantor Dinas Peternakan Aceh, Banda Aceh, pada 29 Oktober 2026, oleh Prof. Eka Meutia Sari dan drh. Safridhal.
  • Kerja sama ini mencakup penguatan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
  • Pengembangan sumber daya genetik hewan difokuskan pada Sapi Aceh, Kerbau Simeulue, Kerbau Gayo, dan Kuda Gayo.
  • PRSATL berperan menyediakan data ilmiah, kajian teknis, dan rekomendasi kebijakan, sedangkan Dinas Peternakan Aceh mendorong implementasi melalui pembinaan, pendampingan teknis, dan penguatan kapasitas petugas serta pelaku usaha peternakan.
  • Kolaborasi ini diharapkan mendorong peningkatan produktivitas ternak, penguatan sistem pembibitan, pelestarian sumber daya genetik, serta peningkatan kesejahteraan peternak secara berkelanjutan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *