Sunday, 1 November 2026
Daerah

Agrowisata Jadi Pilihan Destinasi Wisata di Lumajang Selain Tumpak Sewu

Hamparan kebun agrowisata yang hijau di kaki Gunung Semeru, Lumajang

Agrowisata berbasis perkebunan buah, peternakan, dan edukasi pertanian menjadi pilihan destinasi wisata baru di Lumajang, Jawa Timur, selain Air Terjun Tumpak Sewu. Kehadiran pilihan ini memberi warna baru bagi pariwisata Lumajang yang selama ini identik dengan keindahan air terjunnya yang mendunia.

Tumpak Sewu telah lama menjadi ikon wisata Lumajang dan magnet utama bagi wisatawan dari berbagai daerah. Air terjun yang dijuluki Niagara-nya Indonesia itu menawarkan pemandangan spektakuler di kawasan Pronojiwo, di kaki Gunung Semeru. Namun, ketergantungan pada satu ikon saja membuat kunjungan wisatawan cenderung menumpuk di satu titik, sementara potensi desa-desa lain di Lumajang belum banyak dikenal.

Agrowisata hadir sebagai jawaban atas kondisi tersebut. Di kebun buah, pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga dapat memetik buah langsung dari pohonnya dan belajar tentang cara budidaya tanaman. Di kawasan peternakan, wisatawan, terutama anak-anak, dapat mengenal hewan ternak dari dekat dan memahami proses pemeliharaannya. Sementara itu, unsur edukasi pertanian mengajarkan pengunjung tentang tahapan bercocok tanam, mulai dari pengolahan lahan hingga panen, sehingga liburan sekaligus menjadi sarana belajar.

Model wisata seperti ini sejalan dengan arah pengembangan pariwisata berbasis desa di Lumajang. Pemerintah Kabupaten Lumajang memiliki banyak potensi wisata dan produk kreatif berkearifan lokal, mulai dari wisata alam, sejarah, kuliner, adat budaya, hingga sport tourism, yang cocok dipadukan dengan pengembangan ekowisata dan desa wisata. Perkebunan teh Kertowono di Gucialit dan agrowisata bunga di Pasrujambe menjadi contoh destinasi berbasis pertanian yang sudah dikenal wisatawan, dengan hamparan hijau, udara sejuk, dan latar pegunungan Semeru.

Bagi masyarakat setempat, berkembangnya agrowisata membuka peluang ekonomi baru. Petani tidak hanya mengandalkan hasil panen, tetapi juga memperoleh penghasilan dari kunjungan wisatawan, penjualan produk olahan, dan jasa pemandu. Lapangan kerja di desa bertambah, produk lokal semakin dikenal, dan generasi muda memiliki alasan lebih kuat untuk tetap tinggal dan mengembangkan kampung halamannya.

Dengan pilihan yang semakin beragam, wisatawan yang datang ke Lumajang kini dapat menyusun perjalanan yang lebih lengkap: menikmati air terjun Tumpak Sewu, lalu melanjutkan ke kebun buah, kawasan peternakan, atau destinasi edukasi pertanian di desa-desa sekitar. Kombinasi antara wisata alam dan agrowisata ini diharapkan membuat kunjungan lebih merata, masa tinggal wisatawan lebih lama, dan manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih banyak warga Lumajang.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Agrowisata berbasis perkebunan buah, peternakan, dan edukasi pertanian menjadi pilihan destinasi wisata baru di Lumajang selain Tumpak Sewu.
  • Tumpak Sewu selama ini menjadi ikon utama Lumajang, sementara potensi desa-desa lain belum banyak dikenal wisatawan.
  • Pengunjung agrowisata dapat memetik buah, mengenal hewan ternak, dan belajar tahapan bercocok tanam sehingga liburan sekaligus menjadi sarana belajar.
  • Perkebunan teh Kertowono dan agrowisata bunga Pasrujambe menjadi contoh destinasi pertanian yang sudah dikenal, dengan udara sejuk dan latar Gunung Semeru.
  • Agrowisata membuka peluang ekonomi bagi petani dan desa, serta membuat kunjungan wisatawan lebih merata dan masa tinggal lebih lama.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *