Saturday, 31 October 2026
Antariksa

Teleskop Radio Bisa Membantu Melacak Asal Partikel Hantu Neutrino dari Luar Angkasa

Ilustrasi objek astrofisika kuat seperti quasar yang dapat menghasilkan neutrino

Para ilmuwan mungkin selangkah lebih dekat untuk menjawab salah satu teka-teki terbesar dalam astronomi: dari mana sebenarnya neutrino kosmik berasal. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa teleskop radio dapat membantu melacak asal partikel-partikel nyaris tak bermassa yang dijuluki partikel hantu tersebut.

Neutrino adalah partikel yang hampir tidak memiliki massa dan sangat sulit dideteksi. Berbeda dengan cahaya, neutrino tidak berinteraksi melalui gaya elektromagnetik, melainkan hanya melalui interaksi lemah yang bekerja pada jarak yang lebih kecil daripada inti atom. Karena itu, sebagian besar neutrino yang melintas di alam semesta menembus Bumi tanpa pernah berinteraksi dengan apa pun.

Neutrino dari luar angkasa sudah bisa dideteksi sejak tahun 1960-an, biasanya berasal dari Matahari dan setidaknya satu kasus dari supernova, ledakan kematian bintang masif. Namun neutrino-neutrino paling energetik, yang datang dari jauh di luar galaksi kita, masih menyimpan misteri tentang sumbernya. Observatorium IceCube di Kutub Selatan, yang memanfaatkan es Antartika sebagai teleskop neutrino, pernah mendeteksi neutrino astrofisika yang ratusan ribu kali lebih energetik daripada yang pernah terlihat sebelumnya.

Salah satu kandidat sumber neutrino tersebut adalah quasar, wilayah di pusat galaksi tempat materi dirobek oleh lubang hitam yang jutaan kali lebih masif daripada Matahari. Pada tahun 2017, IceCube mendeteksi sebuah neutrino yang tampak berasal dari arah quasar TXS 0506+056, tepat ketika teleskop lain mendeteksi ledakan radiasi gamma dari objek yang sama. Temuan itu menjadi petunjuk kuat, tetapi belum cukup untuk memastikan quasar sebagai sumber utama.

Masalahnya, sinar gamma yang dipancarkan quasar dapat terhalang oleh debu dan gas di sekitar lubang hitam supermasif. Gelombang radio, sebaliknya, tidak mudah terhalang. Karena itulah para peneliti melirik teleskop radio sebagai alat pelacak. Very Large Array di New Mexico telah melacak perubahan kecerahan emisi radio sejak tahun 2017 melalui survei langit yang disebut Very Large Array Sky Survey atau VLASS.

Tim penulis studi ini menunjukkan bahwa sebagian besar objek VLASS yang emisi radionya berfluktuasi adalah quasar sejenis dengan yang sebelumnya terlihat menghasilkan neutrino. Lebih jauh lagi, ketika IceCube mendeteksi neutrino astrofisika, ada sumber radio yang tampak mencerah di bagian langit yang sama lebih sering daripada yang diharapkan dari kebetulan semata.

Namun para peneliti tetap berhati-hati. Ledakan radio hanya terkait dengan sekitar 13 persen neutrino astrofisika yang dideteksi IceCube, dan lebih dari 90 persen ledakan radio yang berpotensi terkait neutrino sama sekali tidak terlihat oleh teleskop sinar gamma. Peluang untuk memperoleh hasil yang tampak berkorelasi padahal sebenarnya tidak ada korelasi diperkirakan sekitar satu banding 30. Para ilmuwan baru akan merasa nyaman bila peluang kebetulan itu mendekati satu banding satu juta.

Karena itu, konfirmasi atas hubungan antara neutrino dan ledakan radio masih membutuhkan lebih banyak pengamatan, yang diharapkan terkumpul dalam beberapa tahun ke depan. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal The Open Journal of Astrophysics pada Oktober 2026 dengan judul yang merujuk pada tanda-tanda baru korelasi antara neutrino astrofisika dan ledakan radio. Bila korelasi itu terbukti, teleskop radio akan menjadi alat penting untuk memetakan sumber-sumber partikel hantu dari sudut-sudut terjauh alam semesta.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Neutrino hampir tidak bermassa dan sangat sulit dideteksi karena hanya berinteraksi melalui interaksi lemah pada jarak yang lebih kecil daripada inti atom.
  • Observatorium IceCube di Kutub Selatan mendeteksi neutrino astrofisika yang ratusan ribu kali lebih energetik daripada yang pernah terlihat sebelumnya.
  • Quasar, tempat materi dirobek oleh lubang hitam jutaan kali lebih masif daripada Matahari, menjadi salah satu kandidat sumber neutrino tersebut.
  • Sinar gamma dari quasar dapat terhalang debu dan gas, sedangkan gelombang radio tidak mudah terhalang, sehingga teleskop radio seperti Very Large Array dapat membantu melacak sumbernya.
  • Korelasi antara neutrino dan ledakan radio masih membutuhkan lebih banyak pengamatan sebelum bisa dipastikan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *