Film Indonesia kembali menghadirkan tontonan horor yang dibalut komedi lewat Ghosthing. Film garapan sutradara Arie Azis dan produksi Imperial Pictures ini memadukan kisah penyelidikan, dunia arwah, dan komedi dengan latar kehidupan seorang perias jenazah. Naskah film ini ditulis oleh Evelyn Afnilia.
Cerita Ghosthing berpusat pada Alfian, yang diperankan Baskara Mahendra. Alfian adalah seorang perias jenazah yang sejak lahir memiliki kemampuan melihat makhluk dari dunia lain, bahkan berteman dengan beberapa arwah. Kemampuan itu membuat hidupnya berjalan di antara dua dunia: dunia orang hidup yang ia layani lewat pekerjaannya, dan dunia arwah yang hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri.
Kehidupan Alfian yang tenang berubah ketika ia mendapat tugas merias jenazah Maya, yang diperankan Yasamin Jasem. Maya adalah seorang influencer yang meninggal dunia, tetapi arwahnya masih berada di dunia karena belum menerima kematiannya. Maya merasa ada sesuatu yang janggal dengan kematiannya dan yakin dirinya tidak meninggal karena sakit seperti yang diketahui orang-orang di sekitarnya.
Maya kemudian meminta bantuan Alfian untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Alfian bersedia membantu dengan sebuah kesepakatan: Maya harus membantunya menemukan arwah sang ibu, Ranti, yang diperankan Mona Ratuliu. Dari kesepakatan itulah keduanya terlibat dalam penyelidikan yang mempertemukan mereka dengan berbagai karakter dan kejadian yang tidak terduga.
Meskipun membawa persoalan kematian yang cukup serius, Ghosthing tidak sepenuhnya dikemas sebagai film horor yang menegangkan. Ceritanya memasukkan banyak unsur komedi melalui interaksi Alfian dengan Maya dan para arwah lainnya. Perbedaan karakter keduanya menjadi sumber kelucuan: Alfian yang pendiam dan terbiasa dengan dunia arwah berhadapan dengan Maya yang cerewet dan belum bisa menerima kenyataan bahwa dirinya sudah meninggal.
Salah satu unsur penting dalam cerita ini adalah batas waktu. Alfian dan Maya memiliki waktu 40 hari untuk mengungkap misteri di balik kematian Maya. Batas waktu itu menjadi bagian penting dalam perjalanan keduanya, karena persoalan Maya akan semakin sulit diselesaikan bila waktu tersebut habis.
Selain Baskara Mahendra, Yasamin Jasem, dan Mona Ratuliu, Ghosthing juga dibintangi Tanta Ginting, Chika Waode, Leony VH, Siti Fauziah, Mathias Muchus, Reinold Lawalata, dan Amel Carla. Lembaga Sensor Film menetapkan film ini untuk penonton usia 13 tahun ke atas, dengan durasi 100 menit.
Ghosthing dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia pada 15 Oktober 2026. Sebagai film horor komedi Indonesia, film ini menawarkan perpaduan yang sudah akrab bagi penonton Tanah Air: misteri kematian yang harus dipecahkan, dunia arwah yang tidak selalu menakutkan, dan komedi yang lahir dari pertemuan dua karakter yang sangat berbeda.
Apa poin penting dari berita ini?
- Ghosthing adalah film Indonesia horor yang dibalut komedi, garapan sutradara Arie Azis dan produksi Imperial Pictures, dengan naskah yang ditulis Evelyn Afnilia.
- Cerita berpusat pada Alfian yang diperankan Baskara Mahendra, seorang perias jenazah yang sejak lahir memiliki kemampuan melihat makhluk dari dunia lain.
- Kehidupan Alfian berubah ketika ia mendapat tugas merias jenazah Maya yang diperankan Yasamin Jasem, seorang influencer yang arwahnya masih berada di dunia karena belum menerima kematiannya.
- Alfian bersedia membantu Maya mencari tahu penyebab kematiannya dengan kesepakatan bahwa Maya membantunya menemukan arwah sang ibu, Ranti.
- Alfian dan Maya memiliki waktu 40 hari untuk mengungkap misteri di balik kematian Maya, dan film ini ditetapkan untuk penonton usia 13 tahun ke atas dengan durasi 100 menit.


