Saturday, 31 October 2026
Antariksa

Teleskop Hubble Akhirnya Tangkap Ekor Kucing Beta Pictoris dalam Cahaya Tampak

Ilustrasi seniman cakram debu Beta Pictoris dengan struktur ekor panjang berwarna oranye

Teleskop luar angkasa Hubble akhirnya berhasil menangkap struktur misterius berjuluk “Ekor Kucing” di sistem bintang Beta Pictoris dalam cahaya tampak, setelah dua tahun hanya teramati lewat cahaya inframerah. Temuan ini memberi petunjuk baru tentang tabrakan dahsyat antar benda langit di sebuah sistem bintang muda yang berjarak 63 tahun cahaya dari Bumi.

Struktur tersebut berada di rasi Pictor, rasi kecil dan redup yang namanya berarti “pelukis” dalam bahasa Latin. “Ekor Kucing” membentang sangat jauh, sekitar seribu kali jarak rata-rata Bumi ke Matahari, dan selama ini membingungkan para astronom karena tidak kunjung tampak pada panjang gelombang cahaya tampak.

Tim peneliti yang dipimpin ilmuwan planet Universitas Arizona, Arin Avsar, melaporkan temuannya dalam jurnal The Astrophysical Journal Letters. Mereka menggabungkan citra baru Hubble dengan citra-citra sebelumnya yang membentang selama 14 tahun, sehingga lokasi dan sifat struktur itu bisa dipetakan dengan lebih baik.

Para peneliti meyakini “Ekor Kucing” adalah sisa tabrakan antara benda-benda besar, kira-kira seukuran Pluto, di dalam cakram puing Beta Pictoris. Cakram puing adalah piringan gas dan debu yang mengelilingi bintang muda, tempat planet-planet masih dalam tahap akhir pembentukan. Beta Pictoris sendiri baru berusia beberapa juta tahun, jauh lebih muda dibanding Matahari.

Alasan struktur ini lama tidak terlihat dalam cahaya tampak ternyata terletak pada bahan penyusunnya. Menurut Avsar, “Ekor Kucing” hampir seluruhnya terdiri atas material organik refraktori yang kaya karbon. Rantai panjang atom karbon itu menyerap cahaya tampak sehingga strukturnya tampak sangat gelap.

Pengamatan baru juga menunjukkan bahwa awan debu raksasa itu terdiri atas butiran debu berukuran mikron yang sangat berpori atau “mengembang”. Para peneliti belum memahami sepenuhnya bagaimana butiran sekecil itu bisa menjadi begitu berpori. Salah satu dugaan yang diajukan rekan penulis Kevin Wagner adalah kecepatan tabrakan yang sangat tinggi membuat butiran karbon menguap menjadi gas, lalu mengembun kembali saat mendingin sehingga menjadi berpori.

Yang menarik, pemodelan gabungan data Hubble dan Teleskop James Webb justru mengubah gambaran bentuknya. Selama ini astronom mengira “Ekor Kucing” memanjang ke belakang bintang, menjauhi pengamat. Hasil baru menunjukkan struktur itu kemungkinan membentang menyamping relatif terhadap pandangan kita, kurang-lebih sebidang dengan bintang dan cakramnya.

Dengan konfigurasi baru pada Hubble, tim Avsar juga menemukan fitur lain: sebuah lengkungan aneh pada halo debu di sekeliling Beta Pictoris. Lengkungan itu diduga disebabkan interaksi cakram dengan salah satu dari tiga planet di sistem tersebut, yakni Beta Pic b, raksasa gas bermassa sekitar sepuluh kali massa Jupiter. Gravitasi planet raksasa itu memengaruhi komet dan benda es hingga ratusan satuan astronomi jauhnya.

Temuan ini penting karena Beta Pictoris menjadi cermin masa muda tata surya kita. Sekitar 4,6 miliar tahun lalu, tata surya juga lahir dari cakram gas dan debu yang kacau, tempat batuan luar angkasa saling bertabrakan dan hancur, sementara sebagian lainnya menyatu menjadi planet. Saat Sabuk Kuiper baru berusia sekitar 20 juta tahun, para peneliti meyakini wilayah itu jauh lebih padat dan berisi ratusan benda seukuran Pluto, sebelum planet-planet raksasa luar “membersihkan” banyak di antaranya lewat gangguan gravitasi atau melemparkannya keluar sistem.

Penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan bagaimana tepatnya butiran debu berpori itu terbentuk dan seberapa jauh “Ekor Kucing” benar-benar membentang. Namun untuk saat ini, citra cahaya tampak pertama dari struktur tersebut telah menjawab satu teka-teki lama, sekaligus membuka pertanyaan baru tentang kekerasan masa kecil sebuah sistem planet.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Teleskop Hubble untuk pertama kalinya menangkap struktur “Ekor Kucing” di Beta Pictoris dalam cahaya tampak, setelah dua tahun hanya terlihat lewat inframerah James Webb.
  • Struktur di rasi Pictor, 63 tahun cahaya dari Bumi, itu membentang sekitar seribu kali jarak Bumi-Matahari dan diduga sisa tabrakan benda-benda seukuran Pluto.
  • “Ekor Kucing” lama tak terlihat dalam cahaya tampak karena tersusun atas material kaya karbon yang menyerap cahaya, dengan butiran debu mikron yang sangat berpori.
  • Pemodelan baru menunjukkan ekor itu kemungkinan membentang menyamping, bukan ke belakang bintang, dan tim juga menemukan lengkungan cakram yang diduga dipengaruhi planet raksasa Beta Pic b.
  • Temuan yang dipimpin Arin Avsar dari Universitas Arizona ini menjadi cermin masa muda tata surya, ketika tabrakan antar benda langit masih sering terjadi.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *