Sutradara Ravi Bharwani resmi kembali lewat film thriller psikologis berjudul Secrets. Film ini menjadi debut penyutradaraan Ravi di ranah drama thriller, sekaligus comeback-nya setelah 27 Steps of May, dan dijadwalkan tayang 3 Desember mendatang di Netflix.
Secrets mempertemukan Sha Ine Febriyanti dan Abimana Aryasatya untuk pertama kalinya di layar. Karakter mereka bakal terjebak dalam pusaran masa lalu yang kelam dan berdarah, sebuah premis yang langsung menegaskan nada gelap film ini sejak awal.
Cerita Secrets berpusat pada jejak Parni, yang diperankan Sha Ine Febriyanti, seorang ibu tunggal yang 16 tahun lalu nekat kabur dari jerat mantan pasangannya yang manipulatif dan kasar. Jerih payah Parni membangun hidup baru yang tenang bersama sang putri mendadak ambruk saat mantan pasangannya, Jamal yang diperankan Abimana Aryasatya, tiba-tiba muncul kembali membawa dendam dan siap membongkar seluruh rahasianya. Selain Sha Ine Febriyanti dan Abimana, Secrets turut dibintangi Shenina Cinnamon.
Ravi terang-terangan menyebut proyek ini sangat menguras energi kreatifnya. Ia menyebut Secrets sebagai proyek filmnya yang paling ambisius sejauh ini, drama thriller pertamanya sekaligus proyek yang paling menantang dengan adegan-adegan paling kompleks yang pernah ia jalani. Antusiasme itu menunjukkan betapa personal dan beratnya proyek ini bagi sang sutradara.
Daya tarik nama Ravi rupanya menjadi magnet utama bagi Sha Ine Febriyanti untuk bergabung. Aktris teater kawakan itu mengaku langsung menerima tawaran tersebut nyaris tanpa pikir panjang, bahkan sebelum membaca naskahnya, karena Ravi termasuk dalam daftar sutradara idamannya. Setelah membaca naskah, ia mendapati bahwa ceritanya memang sangat menantang.
Tantangan itu benar-benar nyata bagi Ine. Karakter Parni menuntut rentang transformasi fisik dan batin yang cukup ekstrem, dari fase ketika Parni bahagia hingga fase ketika ia mengalami depresi berat setelah kembali berhadapan dengan trauma masa lalunya. Ine menggambarkan Parni sebagai karakter yang lengkap: rapuh dan takut, tetapi juga sangat berani.
Demi menyelami masa lalu karakternya yang kental dengan isu kekerasan dan gelapnya dunia prostitusi, Ine bersama lawan mainnya, Ruth Marini, sampai blusukan ke lokalisasi dan menghabiskan empat jam di sana. Mereka berupaya menyerap realitas getir dan motivasi di balik profesi pekerja seks, sebuah observasi lapangan yang diakui Ine sangat membantunya memoles detail akting, khususnya untuk urusan microexpression. Sebagai Parni, Ine dituntut untuk terus menahan gejolak batin dan menampilkan mimik wajah yang halus, alih-alih meledakkan emosi secara teatrikal saat bersinggungan lagi dengan Jamal.
Abimana Aryasatya punya pendekatan yang lebih personal untuk menghidupkan sosok antagonis Jamal. Ia menarik referensi dari kepingan memori tentang orang-orang nyata yang pernah ia temui di kehidupan aslinya, termasuk perilaku yang memperlakukan wanita sebagai objek dan bergerak berdasarkan insting hewani. Pendekatan itu membuat Jamal tidak sekadar menjadi penjahat di atas kertas, melainkan sosok yang terasa dekat dengan realitas yang pernah disaksikan sang aktor.
Dengan perpaduan antara naskah yang menantang, riset lapangan yang serius, dan dua pemeran utama yang baru pertama kali beradu akting, Secrets menandai kembalinya Ravi Bharwani dengan karya yang ambisius. Penonton kini tinggal menanti 3 Desember, ketika rahasia Parni dan dendam Jamal akhirnya dibuka di Netflix.
Apa poin penting dari berita ini?
- Secrets adalah film thriller psikologis yang menjadi debut penyutradaraan Ravi Bharwani di ranah drama thriller dan comeback-nya setelah 27 Steps of May.
- Film ini mempertemukan Sha Ine Febriyanti dan Abimana Aryasatya untuk pertama kalinya di layar, serta dibintangi Shenina Cinnamon, dan tayang 3 Desember di Netflix.
- Ceritanya berpusat pada Parni, ibu tunggal yang 16 tahun lalu kabur dari mantan pasangan yang manipulatif dan kasar, hingga Jamal muncul kembali membawa dendam.
- Sha Ine Febriyanti menerima peran tanpa membaca naskah karena Ravi adalah sutradara idamannya, dan bersama Ruth Marini ia riset ke lokalisasi selama empat jam untuk mendalami karakter Parni.


