Saturday, 31 October 2026
Teknologi

Pabrik Baterai EV Ketiga di Indonesia Segera Diresmikan, Sudah Berproduksi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berbicara di podium dalam sebuah acara

Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) ketiga yang beroperasi di Indonesia. Fasilitas itu dikelola PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), perusahaan patungan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan CBL, anak usaha Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) asal China.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan persiapan peresmian sudah dilaporkan kepada Presiden. Pabrik tersebut akan segera diresmikan karena sudah mulai berproduksi, kata Bahlil usai rapat terbatas di Istana Negara pada Kamis (29/10/2026).

Total investasi pengembangan pabrik hingga kapasitas 15 gigawatt hour (GWh) diperkirakan sekitar 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp21,76 triliun. Kapasitas itu setara dengan daya untuk sekitar 250.000 kendaraan listrik, angka yang menunjukkan skala fasilitas ini dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional.

Pabrik di Karawang, Jawa Barat, itu sudah beroperasi sejak Juli 2026. Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menyebut produknya sebagian untuk kendaraan listrik dan sebagian lagi untuk sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS). Hal itu disampaikan dalam sosialisasi MediaMind 2026 di Energy Building, Jakarta, pada Senin (14/9/2026).

Tahap pertama pabrik sudah dibangun dengan kapasitas 6,9 GWh dan direncanakan diekspansi hingga setidaknya 15 GWh. Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan Presiden Prabowo pada 29 Juni 2025. Aditya menjelaskan area pembentukan sel baterai di pabrik itu membentang 1 kilometer, dengan fasilitas pengemasan di sebelahnya.

Untuk menunjang operasional, IBC juga mengirim 600 pegawai mengikuti pelatihan di China. Sebagai komitmen terhadap aspek lingkungan, IBC berencana memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 18 MW peak pada 2027.

Dengan beroperasinya CATIB, Indonesia kini memiliki tiga pabrik baterai kendaraan listrik. Dua lainnya adalah PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang dan REPT Battero Indonesia di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara. HLI Green Power sendiri beroperasi dan diresmikan pada Juli 2024.

Di luar Karawang, IBC bersama CATL juga mengembangkan proyek material baterai di Halmahera dengan nilai investasi 600 juta dolar AS atau setara Rp10,88 triliun. Kehadiran pabrik baru ini membuat ekosistem produksi baterai EV semakin terintegrasi, mulai dari pertambangan, smelter, HPAL, produksi prekursor, katoda, hingga battery cell.

Menurut Bahlil, tidak banyak negara yang memiliki ekosistem selengkap itu. Ia menilai hal ini merupakan bagian dari ikhtiar hilirisasi, yakni mengolah sumber daya di dalam negeri hingga menjadi produk bernilai tambah, bukan sekadar mengekspor bahan mentah. Dengan tiga pabrik baterai yang beroperasi, Indonesia memperkuat posisinya dalam rantai pasok kendaraan listrik global.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik ketiga di Indonesia yang dikelola PT CATIB, patungan IBC dan CBL anak usaha CATL.
  • Pabrik di Karawang, Jawa Barat, itu sudah beroperasi sejak Juli 2026 dan akan segera diresmikan karena sudah mulai berproduksi.
  • Total investasi pengembangan pabrik hingga kapasitas 15 GWh diperkirakan sekitar 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp21,76 triliun.
  • Tahap pertama pabrik berkapasitas 6,9 GWh, dengan produk untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS).
  • Indonesia kini memiliki tiga pabrik baterai EV, bersama HLI Green Power di Karawang dan REPT Battero Indonesia di Halmahera Tengah.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *