Sunday, 1 November 2026
Nasional

SBY Luncurkan Novel Perdana Diana Memang Manja, Kisah Cinta dan Kehilangan

Susilo Bambang Yudhoyono berbicara di atas panggung saat peluncuran novel dengan latar siluet perempuan

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meluncurkan novel perdananya berjudul Diana Memang Manja di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis malam, 29 Oktober 2026. Novel yang diterbitkan oleh Kompas Gramedia itu menggambarkan kisah cinta, kehilangan, dan keberanian, serta memadukan kisah nyata dengan unsur fiksi, imajinasi, dan nuansa supranatural.

Peluncuran novel tersebut menjadi bentuk penghormatan SBY kepada mendiang istrinya, Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono. Dalam dialog bersama mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, SBY mengungkapkan bahwa kepergian Ani pada 1 Juni 2019 menjadi salah satu pengalaman yang memengaruhi perjalanan kreatifnya, dan sebagian perasaan yang pernah dialaminya setelah kehilangan sang istri dituangkan dalam novel ini.

SBY menuturkan, setelah meninggalkan pemerintahan pada 2014, ia kembali menekuni dunia seni untuk menghindari post power syndrome, yakni kekosongan setelah tidak lagi memegang jabatan. Ia sebelumnya menekuni seni lukis, puisi, dan musik, sebelum akhirnya memilih novel sebagai medium berkarya berikutnya.

Inspirasi novel ini berawal dari ketertarikan SBY terhadap lagu legendaris Koes Plus berjudul Diana, yang populer pada 1973. Dari lagu itu, ia mengembangkan cerita tentang kehidupan, kehilangan, dan emosi manusia. SBY mengaku menemukan sosok Diana yang saat itu berusia sekitar 70 tahun di daerah Wonosobo, Jawa Tengah, lalu berbincang dengannya selama sekitar lima jam.

Dalam novel Diana Memang Manja, keleluasaan fiksi dimanfaatkan untuk menyusun cerita romansa yang dipadukan dengan misteri dan dinamika perasaan manusia. Pembaca diajak menyelami perjalanan batin tentang cinta dan kehilangan, tentang menjaga kenangan, serta tentang keberanian untuk perlahan melangkah maju.

Peluncuran novel tersebut turut dimeriahkan pemutaran video SBY dan Dunia Seni serta penampilan kelompok musik Neo Jibles. Penerbit Kompas Gramedia juga menyerahkan novel secara simbolis kepada 14 penerima dari berbagai latar belakang, yang sebagian besar merupakan seniman.

Salah satu penerima, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ingrid Kansil, menyampaikan rasa hormatnya karena menerima novel itu secara langsung dari SBY di Cikeas. Ia menilai membaca novel bukan sekadar mengikuti alur atau mengenal tokohnya, melainkan juga meresapi pengalaman batin yang terkandung di dalamnya.

Kehadiran Diana Memang Manja menandai babak baru dalam perjalanan kreatif SBY. Setelah dikenal sebagai presiden, pelukis, penyair, dan musisi, ia kini hadir sebagai novelis yang menulis dari pengalaman hidupnya sendiri, dengan harapan karyanya dapat dibaca dan dirasakan oleh masyarakat luas.

Apa poin penting dari berita ini?

  • SBY meluncurkan novel perdananya, Diana Memang Manja, di Cikeas, Bogor, pada Kamis malam, 29 Oktober 2026.
  • Novel yang diterbitkan Kompas Gramedia ini menjadi penghormatan bagi mendiang Ani Yudhoyono dan mengangkat kisah cinta serta kehilangan.
  • Karya ini terinspirasi lagu Diana milik Koes Plus dan perbincangan SBY dengan sosok Diana di Wonosobo.
  • Peluncuran dimeriahkan video SBY dan Dunia Seni, penampilan Neo Jibles, dan penyerahan simbolis kepada 14 penerima.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *