Pembuat film Yashoda Parthasarthy dan Vijesh Rajan mengungkap asal-usul film pendek mereka yang berjudul Aakhiri Ride. Ide film itu lahir dari sesuatu yang sangat sehari-hari: perjalanan panjang dengan taksi di Mumbai. Dari percakapan dan pengamatan selama perjalanan-perjalanan itulah, cerita film pendek ini tumbuh, hingga akhirnya diwujudkan bersama aktor serial Panchayat, Chandan Roy, sebagai pemerannya.
Mumbai adalah kota yang hidup di dalam taksinya. Jutaan perjalanan terjadi setiap hari, dan setiap perjalanan menyimpan kemungkinan pertemuan antara orang-orang yang sebenarnya tidak saling mengenal. Sopir dan penumpang berbagi ruang sempit selama puluhan menit, kadang dalam diam, kadang dalam percakapan yang tiba-tiba menjadi sangat pribadi. Bagi Yashoda dan Vijesh, ruang sempit itulah yang menjadi panggung cerita: tempat di mana kehidupan kota yang besar menyusut menjadi satu percakapan, satu perjalanan, dan satu keputusan.
Film pendek ini ditulis dan disutradarai oleh Vijesh Rajan dan Yashoda Parthasarthy, serta dipersembahkan oleh Anurag Kashyap dan Vasan Bala, menurut poster resminya. Poster itu juga mencantumkan Chandan Roy, Faisal Malik, Aamir Dalvi, dan Dheer Hira sebagai pemeran. Kehadiran nama Anurag Kashyap di sini bukan sekadar tempelan promosi. Yashoda dan Vijesh menyebut Kashyap sebagai godfather mereka, sosok yang memberi dukungan dan ruang bagi sineas muda untuk berkarya dengan caranya sendiri.
Gambaran mereka tentang Kashyap sangat khas. Mereka mengenang bahwa Kashyap membuat lokasi syuting Gangs of Wasseypur terasa seperti taman bermain, dan tidak pernah memamerkan otoritasnya sebagai sutradara senior. Gambaran itu penting karena menjelaskan jenis dukungan yang mereka terima: bukan arahan dari atas yang kaku, melainkan suasana kerja yang bebas dan setara, di mana sineas muda bisa mencoba, salah, dan menemukan suaranya sendiri. Dalam industri yang sering kali hierarkis, sikap seperti itu adalah hadiah yang langka.
Kisah di balik Aakhiri Ride juga menunjukkan satu hal yang sering dilupakan tentang film pendek. Format ini bukan versi kecil dari film panjang, melainkan mediumnya sendiri yang menuntut ketepatan: satu ide, satu suasana, dan satu momen yang harus cukup kuat untuk berdiri sendiri. Perjalanan taksi adalah bahan yang tepat untuk format itu, karena ia punya batas yang jelas: perjalanan dimulai, percakapan terjadi, dan perjalanan berakhir. Tantangannya adalah membuat penonton merasa bahwa dalam batas yang sempit itu, ada kehidupan yang utuh.
Bagi penonton yang mengikuti sinema independen India, Aakhiri Ride menjadi contoh tentang bagaimana cerita besar bisa lahir dari pengamatan kecil. Tidak perlu latar yang megah atau anggaran raksasa untuk membuat film yang terasa dekat. Kadang, cukup dengan duduk di kursi belakang taksi di Mumbai, mendengarkan, dan memperhatikan orang-orang yang lewat. Dari situlah Yashoda dan Vijesh menemukan cerita mereka, dan dari dukungan sosok seperti Anurag Kashyap, cerita itu akhirnya sampai ke layar.
Apa poin penting dari berita ini?
- Yashoda Parthasarthy dan Vijesh Rajan mengungkap perjalanan taksi panjang di Mumbai menginspirasi film pendek Aakhiri Ride.
- Film pendek itu dibintangi aktor serial Panchayat, Chandan Roy, dan dipersembahkan Anurag Kashyap dan Vasan Bala.
- Yashoda dan Vijesh menyebut Anurag Kashyap sebagai godfather mereka.
- Mereka mengenang Kashyap membuat lokasi syuting Gangs of Wasseypur terasa seperti taman bermain tanpa memamerkan otoritas.


