Saturday, 31 October 2026
Nanggroe

PLN Operasikan 33 SPKLU di Aceh, Siapkan Pengisian Cepat 30 Menit

Senior Manager PLN UID Aceh Eriasmono memberikan pemaparan dalam diskusi publik di Asrama Haji Banda Aceh

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh telah mengoperasikan 33 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah lokasi strategis untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik di Aceh. Seluruh titik SPKLU tersebut dapat dipantau masyarakat melalui aplikasi PLN Mobile, sehingga pengguna dapat mengetahui lokasi pengisian terdekat sebelum bepergian.

Hal itu disampaikan Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID Aceh, Eriasmono, di Banda Aceh, Jumat, 30 Oktober 2026. Ia berbicara dalam kegiatan diskusi dan temu media bertema penguatan sistem yang andal dan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional, yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh di Asrama Haji.

Eriasmono mengatakan 33 unit SPKLU telah disiagakan di berbagai lokasi strategis di Aceh dan seluruh lokasinya dapat dipantau langsung oleh pengguna melalui aplikasi PLN Mobile. Kemudahan menemukan lokasi pengisian menjadi salah satu kunci agar masyarakat semakin percaya diri beralih ke kendaraan listrik, terutama untuk perjalanan antarkota yang membutuhkan perencanaan pengisian daya.

Selain menambah infrastruktur pengisian daya, PLN juga berencana memodernisasi sejumlah perangkat SPKLU dengan teknologi fast charging dan ultra fast charging. Peningkatan teknologi tersebut diharapkan dapat memangkas waktu pengisian daya kendaraan listrik menjadi sekitar 30 menit. Unit-unit lama akan diganti secara bertahap dengan fasilitas pengisian cepat tersebut.

PLN juga menyediakan layanan home charging bagi pemilik kendaraan listrik pribadi. Fasilitas itu memungkinkan pengguna mengisi daya kendaraan di rumah, sehingga lebih praktis untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari tanpa harus selalu datang ke stasiun pengisian umum.

Untuk memperluas jangkauan SPKLU, PLN turut membuka peluang kerja sama investasi dengan pelaku usaha dan pemilik lahan di Aceh. Terdapat tiga skema kemitraan yang ditawarkan dengan sistem bagi hasil yang saling menguntungkan, sehingga pemilik lokasi strategis dapat ikut mengembangkan ekosistem kendaraan listrik.

Di sisi pasokan, Eriasmono menyebutkan listrik di Aceh saat ini masih memiliki cadangan daya yang cukup besar. Kapasitas pembangkit mencapai 1.000 megawatt (MW), sedangkan beban puncak sekitar 700 MW. Ia menyebut terdapat surplus daya sekitar 400 MW yang dapat mendukung kebutuhan listrik, termasuk untuk pengembangan industri dan investasi baru di Aceh.

PLN berharap penguatan infrastruktur kelistrikan dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik dapat mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih di Aceh. Pihaknya juga mengharapkan dukungan insan pers dalam menyampaikan informasi terkait perkembangan sektor kelistrikan kepada masyarakat, agar pemanfaatan SPKLU dan layanan kelistrikan semakin dikenal luas.

Apa poin penting dari berita ini?

PLN UID Aceh telah mengoperasikan 33 SPKLU di lokasi strategis yang seluruh lokasinya dapat dipantau melalui aplikasi PLN Mobile, disampaikan Eriasmono dalam diskusi AJI Kota Banda Aceh di Asrama Haji pada Jumat, 30 Oktober 2026. PLN berencana memodernisasi perangkat lama dengan fast charging dan ultra fast charging sehingga pengisian daya hanya sekitar 30 menit, serta menyediakan layanan home charging. PLN membuka tiga skema kemitraan investasi bagi hasil untuk memperluas SPKLU, dan menyebut kapasitas pembangkit Aceh 1.000 MW dengan beban puncak sekitar 700 MW serta surplus daya sekitar 400 MW untuk mendukung industri dan investasi baru.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *