Lexus tengah menyiapkan strategi agar tetap kompetitif di pasar kendaraan listrik China. Merek kendaraan premium dari Toyota itu bakal meluncurkan SUV listrik buatan China mulai 2027, yang akan dirakit di pabrik baru Lexus di Shanghai.
Langkah ini menjadi perubahan strategi yang bersejarah. Selama hampir tiga dekade, Lexus di China daratan hanya mengandalkan impor. Kini, untuk pertama kalinya, Toyota berencana memproduksi kendaraan listrik generasi terbaru di luar Jepang, dengan China sebagai basis produksi pertamanya.
Pabrik baru Lexus tersebut berada di distrik Jinshan, Shanghai. Pembangunannya dimulai pada Juni 2025 dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027, dengan produksi dimulai pada musim gugur 2027, antara September hingga November 2027.
Fasilitas ini juga istimewa dari sisi kepemilikan. Pabrik tersebut beroperasi sebagai entitas yang dimiliki sepenuhnya oleh Toyota dengan modal asing, sehingga Lexus dapat beroperasi secara mandiri, terpisah dari dua perusahaan patungan tradisional yang selama ini dimiliki Toyota di China bersama GAC dan FAW.
Dari sisi volume, Toyota memilih pendekatan bertahap. Produksi awal ditargetkan sekitar 1.000 unit per bulan atau sekitar 12.000 unit per tahun. Angka itu masih relatif kecil dibandingkan kapasitas penuh pabrik Shanghai yang dirancang mencapai sekitar 100.000 unit per tahun. Produksi kemudian direncanakan meningkat menjadi puluhan ribu unit per tahun mulai 2028.
SUV listrik Lexus terbaru juga akan membawa teknologi manufaktur yang lebih maju. Salah satunya adalah gigacasting, yakni teknologi pengecoran terintegrasi yang memungkinkan sejumlah bagian bodi aluminium dibentuk dalam satu proses pengecoran. Teknologi ini diklaim mampu mengurangi bobot beberapa komponen bodi hingga 20 persen, sekaligus memangkas biaya dan mempercepat proses produksi.
Perubahan strategi Toyota tidak hanya menyangkut lokasi produksi. Perusahaan juga menggeser arah pengembangan kendaraan listrik generasi berikutnya untuk menyesuaikan permintaan pasar China. Toyota sebelumnya mengembangkan coupe listrik generasi terbaru dengan desain sedan beratap rendah yang aerodinamis di Jepang, namun proyek tersebut dihentikan pada musim semi 2026.
Sebagai gantinya, Toyota mengalihkan fokus pengembangan ke model SUV listrik. Pergeseran ini mencerminkan kuatnya permintaan SUV di China sekaligus semakin besarnya pengaruh preferensi konsumen China terhadap keputusan produk Toyota.
China sendiri merupakan pasar kendaraan listrik terbesar di dunia, mencakup sekitar 60 persen penjualan global pada 2025. China juga merupakan pasar terbesar ketiga Toyota setelah Amerika Serikat dan Jepang. Persaingan yang semakin ketat dari produsen kendaraan listrik lokal seperti BYD membuat Lexus harus merespons lebih cepat tren pasar dan preferensi konsumen China.
Meski rencana produksinya sudah mengemuka, sejumlah detail produk belum diumumkan. Nama model, kapasitas baterai, tenaga motor, dan jarak tempuh yang akan diusung SUV listrik pertama Lexus buatan Shanghai itu belum dipublikasikan. Yang jelas, produksi di China menjadi tahapan penting bagi strategi elektrifikasi Toyota: memangkas ketergantungan terhadap produksi di Jepang sekaligus menguji respons pasar sebelum meningkatkan volume secara signifikan.
Apa poin penting dari berita ini?
- Lexus tengah menyiapkan strategi agar tetap kompetitif di pasar kendaraan listrik China.
- Pabrik baru Lexus tersebut berada di distrik Jinshan, Shanghai.
- Dari sisi volume, Toyota memilih pendekatan bertahap.
- China sendiri merupakan pasar kendaraan listrik terbesar di dunia, mencakup sekitar 60 persen penjualan global pada 2025.


