Sunday, 1 November 2026
Daerah

KKP Siapkan Budi Daya Ikan Tematik di 76 Lokasi DIY

Program budi daya ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan program budi daya ikan tematik di 76 lokasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Program ini ditujukan untuk membuka peluang usaha masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis protein ikan, dengan pembangunan fasilitas yang disertai pelatihan dan pendampingan pengelola. Pengembangan program tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang ditargetkan menjangkau 40.000 lokasi hingga 2029.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan hal tersebut dalam keterangan tertulis pada Jumat, 30 Oktober 2026. Menurut dia, sebanyak 76 lokasi di DIY itu tersebar di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman. Penyiapannya mengedepankan kelayakan lokasi serta penyelesaian administrasi pemanfaatan lahan sebelum pembangunan dilaksanakan. Pendekatan ini penting agar fasilitas yang dibangun benar-benar berada di lokasi yang layak secara teknis, memiliki kejelasan status lahan, dan dapat dioperasikan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat.

Program budi daya ikan tematik dirancang dengan pendekatan berbasis tema dan karakteristik daerah. Artinya, jenis ikan yang dibudidayakan, model usaha, dan dukungan teknisnya disesuaikan dengan kondisi setempat, bukan disamaratakan untuk semua lokasi. Dengan pendekatan ini, budi daya ikan darat diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi desa sekaligus penyediaan sumber pangan bergizi bagi masyarakat. Protein ikan merupakan sumber protein hewani yang relatif terjangkau dan penting bagi pemenuhan gizi keluarga, terutama di wilayah pedesaan.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa pelaksanaan program mencakup pembangunan fasilitas, pelatihan operator, penyediaan benih dan pakan, serta pendampingan pada tahap awal operasional. Rangkaian dukungan ini dirancang agar pengelola tidak hanya menerima sarana fisik, tetapi juga memiliki keterampilan dan pendampingan untuk menjalankan usaha budi daya secara benar. Pelatihan operator menjadi kunci, karena kualitas air, pemberian pakan, dan pengendalian penyakit sangat menentukan keberhasilan panen. Sementara itu, penyediaan benih dan pakan pada tahap awal membantu pengelola memulai usaha tanpa terbebani biaya awal yang terlalu besar.

Bagi masyarakat desa di empat kabupaten DIY tersebut, program ini membuka peluang usaha baru yang dapat dijalankan secara berkelompok maupun perorangan. Budi daya ikan tematik dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga, menyerap tenaga kerja lokal, dan menggerakkan ekonomi desa melalui rantai pasok pakan, benih, hingga pemasaran hasil panen. Jika dikelola dengan baik, usaha ini juga dapat berkembang menjadi unit usaha yang berkelanjutan, bukan sekadar proyek sesaat yang berhenti setelah bantuan selesai.

Dalam skala nasional, program budi daya ikan tematik merupakan salah satu dari enam program prioritas KKP yang diarahkan untuk mempercepat kedaulatan pangan berbasis pangan biru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Target 40.000 lokasi hingga 2029 menunjukkan skala ambisi program ini, dengan 76 lokasi di DIY sebagai bagian dari tahap penyiapan di tingkat daerah. Keberhasilan di DIY nantinya dapat menjadi pembelajaran bagi pengembangan lokasi-lokasi berikutnya, terutama dalam hal penyiapan lahan, pelatihan pengelola, dan pendampingan awal operasional yang menentukan apakah sebuah lokasi benar-benar siap berproduksi.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan program budi daya ikan tematik di 76 lokasi Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Program ini ditujukan untuk membuka peluang usaha masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis protein ikan, dengan pembangunan fasilitas yang disertai pelatihan dan pendampingan pengelola.
  • Pengembangan program tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional yang ditargetkan menjangkau 40.000 lokasi hingga 2029.
  • Sebanyak 76 lokasi di DIY itu tersebar di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman.
  • Penyiapannya mengedepankan kelayakan lokasi serta penyelesaian administrasi pemanfaatan lahan sebelum pembangunan dilaksanakan.
  • Pelaksanaan program mencakup pembangunan fasilitas, pelatihan operator, penyediaan benih dan pakan, serta pendampingan pada tahap awal operasional.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *