Sunday, 1 November 2026
Nasional

Kemenpar Siapkan Peta Jalan Wisata Kebugaran, Bidik Pasar Wellness Global

Menteri Pariwisata berbicara di podium konferensi pers dengan latar spanduk Jogja Cultural Wellness Festival 2026

Kementerian Pariwisata tengah menyiapkan sebuah peta jalan strategis bagi para pelaku industri wisata kebugaran atau wellness tourism di Indonesia. Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat, 30 Oktober 2026, dengan penekanan bahwa pemetaan tersebut saat ini sedang dalam proses penyusunan.

Tujuan utama peta jalan ini adalah memberikan informasi yang komprehensif kepada masyarakat di dalam negeri maupun di luar negeri mengenai apa saja produk, destinasi, layanan, serta pelaku industri wellness yang tersedia di Indonesia. Dengan informasi yang tertata, wisatawan dapat lebih mudah menemukan dan memilih pengalaman kebugaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pariwisata mengutip data Global Wellness Institute tahun 2024 yang mencatat pengeluaran global untuk wisata kebugaran mencapai 893,9 miliar dolar Amerika Serikat, naik 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka itu menunjukkan besarnya pasar wellness dunia sekaligus peluang yang dapat diraih Indonesia bila produknya dikelola secara serius dan terarah.

Kementerian Pariwisata mulai menempatkan wisata kebugaran sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas menuju pariwisata berkualitas. Langkah ini juga menjadi landasan bagi penyusunan peta jalan wisata kebugaran di Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas dalam mengembangkan produk wellness yang berdaya saing.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Pariwisata sebelumnya telah meluncurkan sebuah buku panduan dan konsep perjalanan bertajuk Wellness Journey Across the Java Wonders. Buku ini membahas secara rinci mengenai 10 jalur dan tema perjalanan yang mengangkat potensi kebugaran berbasis alam dan budaya Jawa, mulai dari retret yoga di kawasan pegunungan, terapi tradisional berbasis rempah dan jamu, hingga pengalaman mindfulness yang terinspirasi dari kearifan lokal.

Peta jalan yang sedang disusun diharapkan melengkapi upaya itu dengan gambaran yang lebih menyeluruh, tidak hanya soal destinasi, tetapi juga soal siapa pelaku usahanya dan layanan apa yang mereka tawarkan. Bagi pelaku usaha lokal, peta jalan dapat menjadi rujukan untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan, sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Bagi pemerintah daerah, peta jalan dapat membantu mengarahkan pengembangan destinasi wellness agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Potensi alam dan budaya yang berbeda di setiap daerah dapat dipetakan, dikurasi, dan dipromosikan secara terpadu, sehingga wisatawan memperoleh pengalaman yang beragam namun tetap terjaga mutunya.

Ke depan, wisata kebugaran yang berakar pada budaya lokal, seperti jamu, rempah Nusantara, perawatan tradisional, dan praktik kebugaran berbasis kearifan lokal, menjadi keunggulan Indonesia yang sulit ditiru destinasi lain. Bila dikelola dengan peta jalan yang jelas, keunggulan itu dapat diubah menjadi kunjungan wisatawan, lapangan kerja, dan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kementerian Pariwisata sedang menyusun peta jalan strategis bagi pelaku industri wisata kebugaran di Indonesia.
  • Peta jalan bertujuan memberi informasi komprehensif tentang produk, destinasi, layanan, dan pelaku industri wellness kepada masyarakat dalam dan luar negeri.
  • Pengeluaran global wisata kebugaran mencapai 893,9 miliar dolar AS pada 2024, naik 13,8 persen dari tahun sebelumnya.
  • Kemenpar sebelumnya meluncurkan panduan Wellness Journey Across the Java Wonders dengan 10 jalur dan tema perjalanan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *