Amboina International Music Festival (AIMF) 2026 digelar di Kota Ambon, Maluku, pada 30 hingga 31 Oktober 2026 dengan tema Music for Education. Festival musik bertaraf internasional ini melibatkan 16 sekolah dan sekitar 320 siswa, dan diarahkan menjadi ruang pelestarian musik tradisional Maluku melalui pendidikan.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 30 Oktober 2026, melalui Music and Cities Forum di Taman Budaya Provinsi Maluku pada pukul 08.00 hingga 15.00 WIT. Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan tentang peran musik dalam pendidikan, kehidupan kota, dan pengembangan kota kreatif. Setelah forum, kegiatan dilanjutkan dengan resital Kurikulum Muatan Lokal Wajib Musik Tradisional pada pukul 15.00 hingga 19.00 WIT.
Dalam resital tersebut, sekitar 320 siswa dari 16 sekolah di Kota Ambon menampilkan karya musik yang mengangkat identitas dan kekayaan budaya lokal. Para siswa memainkan instrumen tradisional seperti suling bambu, jukulele, tifa, rebana, dan totobuang. Penampilan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan hasil dari proses belajar di sekolah, tempat musik tradisional dijadikan muatan lokal wajib.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Christian Tukloy, menegaskan bahwa AIMF 2026 tidak hanya diposisikan sebagai ajang pertunjukan musik. Festival ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan musik tradisional Maluku. Dengan cara itu, warisan budaya tidak hanya ditonton, tetapi juga dipelajari dan diteruskan oleh anak-anak Ambon sendiri.
Pada hari yang sama, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, membuka festival di Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Maluku, Karang Panjang. Ia mengingatkan bahwa predikat Ambon sebagai Kota Musik UNESCO, yang diraih pada 2019, bukan sekadar kebanggaan. Predikat itu harus diwujudkan melalui program nyata, salah satunya memperluas pendidikan musik ke seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Ambon, setelah sebelumnya dijalankan di sejumlah sekolah percontohan dengan hasil yang dinilai positif.
Rangkaian AIMF 2026 juga menghadirkan World Music Concert di Lapangan Merdeka Ambon pada 30 hingga 31 Oktober 2026. Dalam konser itu, musisi lokal berbagi panggung dengan penampil dari luar negeri, sehingga pertukaran budaya terjadi secara langsung. Sekitar 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga dilibatkan untuk mempromosikan produk lokal dan mendorong perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung. Festival ini pun masuk dalam skema Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata.
Melalui tema Music for Education, AIMF 2026 menegaskan satu pesan penting: musik bisa menjadi jalan pendidikan karakter, pengembangan kreativitas, dan penguatan jati diri daerah. Ketika 320 siswa tampil membawakan musik tradisionalnya sendiri, Ambon sedang menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya bangga pada identitas kotanya, tetapi juga mampu menjaganya tetap hidup.
Apa poin penting dari berita ini?
- Amboina International Music Festival 2026 digelar di Kota Ambon pada 30 hingga 31 Oktober 2026 dengan tema Music for Education.
- Festival ini melibatkan 16 sekolah dan sekitar 320 siswa dalam pelestarian musik tradisional Maluku melalui pendidikan.
- Resital Kurikulum Muatan Lokal Wajib Musik Tradisional digelar pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 15.00 hingga 19.00 WIT di Taman Budaya Provinsi Maluku.
- Para siswa memainkan instrumen tradisional seperti suling bambu, jukulele, tifa, rebana, dan totobuang.
- World Music Concert digelar di Lapangan Merdeka Ambon, dengan musisi lokal berbagi panggung dengan penampil dari luar negeri.


