Persebaya Surabaya bisa dibilang membuang peluang emas meraih kemenangan pada pekan ke-8 Super League. Menjamu tim juru kunci, Persijap Jepara, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat, 30 Oktober 2026 malam WIB, Persebaya harus puas dengan hasil imbang setelah tertinggal lebih dahulu.
Meski tampil dominan dan terus menekan hingga pengujung laga, Green Force hanya bermain imbang 1-1. Hasil tersebut meninggalkan kekecewaan mendalam bagi pelatih Bernardo Tavares.
Persebaya lebih dulu tertinggal setelah gawang yang dikawal Reza Arya dibobol Persijap pada menit ke-55. Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kekalahan, Risto Mitrevski muncul sebagai penyelamat lewat gol pada menit ke-90+1.
Gol tersebut setidaknya menghindarkan Bajol Ijo dari kehilangan poin di kandang sendiri. Namun, satu poin tetap jauh dari target yang diharapkan, terutama karena Persebaya bermain di hadapan pendukung sendiri melawan tim yang berada di dasar klasemen.
Hasil ini juga menghentikan momentum kemenangan Persebaya setelah sebelumnya sukses menaklukkan Madura United dengan skor 3-1. Kemenangan atas Madura United sempat membangkitkan optimisme, tetapi hasil imbang melawan Persijap membuat laju tersebut tersendat.
Kekecewaan Tavares dapat dipahami dari jalannya pertandingan. Persebaya menguasai permainan dan menciptakan tekanan sepanjang laga, tetapi penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat mereka harus menunggu hingga masa injury time untuk menyamakan kedudukan.
Bagi tim sebesar Persebaya, pertandingan kandang melawan juru kunci biasanya ditargetkan untuk meraih tiga poin penuh. Kegagalan memaksimalkan peluang di kandang sendiri bukan hanya soal satu poin yang hilang, melainkan juga soal menjaga kepercayaan diri tim dan dukungan suporter.
Permintaan maaf yang disampaikan Tavares menunjukkan tanggung jawab pelatih atas hasil yang tidak sesuai harapan. Dalam sepak bola, pelatih menjadi pihak pertama yang dimintai pertanggungjawaban ketika tim gagal memenuhi target, sekalipun para pemain juga berbagi peran dalam hasil tersebut.
Ke depan, Persebaya dituntut segera bangkit agar tidak semakin tertinggal dalam perburuan papan atas. Evaluasi terhadap efektivitas serangan dan ketenangan dalam menyelesaikan peluang menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum laga berikutnya.
Bagi suporter, hasil imbang ini tentu mengecewakan, tetapi gol penyeimbang di menit akhir setidaknya menunjukkan bahwa tim tidak menyerah hingga peluit akhir. Sikap pantang menyerah tersebut menjadi modal yang perlu dijaga, sambil tetap menuntut perbaikan performa pada pertandingan selanjutnya.
Apa poin penting dari berita ini?
- Persebaya Surabaya hanya bermain imbang 1-1 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat, 30 Oktober 2026 malam WIB.
- Persebaya tertinggal setelah gawang Reza Arya dibobol Persijap pada menit ke-55, sebelum Risto Mitrevski menyamakan kedudukan pada menit ke-90+1.
- Hasil ini menghentikan momentum kemenangan Persebaya setelah sebelumnya menaklukkan Madura United dengan skor 3-1.
- Pelatih Bernardo Tavares menyampaikan kekecewaan mendalam dan permintaan maaf atas kegagalan meraih kemenangan di kandang sendiri.


