Friday, 30 October 2026
Lingkungan

BNPB: 2.247 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, Hampir 6 Juta Orang Terdampak

Permukiman yang terendam banjir tampak dari udara, rumah dan jalan tergenang air

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.247 kejadian bencana di Indonesia hingga Jumat, 30 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, hampir enam juta orang terdampak, yakni sebanyak 5.971.833 orang, sehingga kesiapsiagaan menghadapi musim hujan menjadi semakin penting.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah kejadian bencana tersebut bertambah 11 dibandingkan sehari sebelumnya, yakni dari 2.236 kejadian pada 29 Oktober 2026 menjadi 2.247 kejadian pada 30 Oktober 2026. Penambahan ini menunjukkan bahwa kejadian bencana masih terus terjadi di berbagai daerah.

BNPB mencatat, bencana sepanjang 2026 telah mengakibatkan 427 orang meninggal dunia, 21 orang hilang, dan 3.258 orang luka-luka. Selain itu, sebanyak 5.971.833 orang terdampak. Angka-angka ini menggambarkan skala dampak bencana yang luas, tidak hanya pada korban jiwa, tetapi juga pada jutaan warga yang aktivitas dan tempat tinggalnya terganggu.

Berton menjelaskan, penambahan 11 kejadian bencana tersebut terdiri atas tiga jenis, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, serta cuaca ekstrem. Adapun rincian penambahannya adalah tiga kejadian karhutla di Kabupaten Boyolali, Serang, dan Kota Sorong. Selain karhutla, banjir menyumbang enam kejadian baru di sejumlah daerah, yakni di Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Binjai, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Gayo Lues, dan Aceh Selatan. Sementara itu, dua kejadian lainnya merupakan bencana akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Tapin dan Kabupaten Nganjuk.

Berdasarkan data grafis resmi BNPB per 30 Oktober 2026, bencana hidrometeorologi mendominasi kejadian bencana sepanjang tahun ini dengan persentase 99,19 persen, sementara bencana geologi tercatat sebesar 0,81 persen. Bencana hidrometeorologi terdiri atas 1.043 kejadian karhutla, 596 kejadian banjir, 342 kejadian cuaca ekstrem, 125 kejadian kekeringan, 109 kejadian tanah longsor, serta 14 kejadian gelombang pasang atau abrasi. Adapun bencana geologi meliputi 14 kejadian gempa bumi dan empat kejadian erupsi gunung api.

Dominasi bencana hidrometeorologi ini berkaitan erat dengan kondisi musim hujan yang sedang berlangsung. Hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama dapat memicu banjir dan tanah longsor, terutama di daerah aliran sungai dan kawasan perbukitan, sementara pada musim kemarau sebelumnya, karhutla menjadi penyumbang kejadian terbesar.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir, longsor, dan cuaca ekstrem. Dengan jumlah kejadian yang masih bertambah setiap hari, kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci untuk menekan korban jiwa dan mempercepat penanganan ketika bencana terjadi.

Apa poin penting dari berita ini?

  • BNPB mencatat 2.247 kejadian bencana di Indonesia hingga Jumat, 30 Oktober 2026, bertambah 11 kejadian dari 2.236 kejadian pada 29 Oktober 2026.
  • Bencana sepanjang 2026 mengakibatkan 427 orang meninggal dunia, 21 orang hilang, 3.258 orang luka-luka, dan 5.971.833 orang terdampak.
  • Penambahan 11 kejadian terdiri atas tiga karhutla, enam banjir, dan dua cuaca ekstrem di berbagai daerah, termasuk Gayo Lues dan Aceh Selatan.
  • Bencana hidrometeorologi mendominasi dengan 99,19 persen, terdiri atas 1.043 karhutla, 596 banjir, 342 cuaca ekstrem, 125 kekeringan, 109 longsor, dan 14 gelombang pasang atau abrasi.
  • Bencana geologi tercatat 0,81 persen, meliputi 14 gempa bumi dan empat erupsi gunung api.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *