Film Laut Bercerita resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia pada Kamis, 29 Oktober 2026. Adaptasi dari novel fiksi sejarah karya Leila S. Chudori ini menghadirkan kisah perjuangan aktivis mahasiswa pada akhir 1990-an serta penantian panjang keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta akibat penghilangan paksa.
Film berdurasi 135 menit dengan klasifikasi usia 17 tahun ke atas ini disutradarai Yosep Anggi Noen, yang juga menulis skenarionya bersama Leila S. Chudori. Novel aslinya terbit pada 2017 dan menjadi salah satu karya sastra Indonesia yang paling banyak dibicarakan dalam satu dekade terakhir, sehingga adaptasi layar lebarnya sudah lama dinantikan penonton.
Cerita berpusat pada Biru Laut Wibisono, mahasiswa sastra Inggris di Yogyakarta yang diperankan Reza Rahadian. Laut gemar membaca dan menulis, lalu bergabung dengan kelompok studi mahasiswa bernama Winatra. Di sana ia bertemu Kasih Kinanti, yang diperankan Dian Sastrowardoyo, serta kawan-kawan seperti Daniel, Alex, dan Sunu.
Bersama kelompok itu, Laut bergerak menyuarakan keadilan dan kebebasan berekspresi di tengah tekanan politik akhir masa Orde Baru. Perjalanan mereka tidak berhenti pada diskusi dan aksi kampus, karena situasi kemudian berubah menjadi jauh lebih berbahaya ketika para aktivis menjadi target penculikan dan penghilangan paksa.
Bagian kedua cerita berpindah pada sudut pandang keluarga yang ditinggalkan. Asmara Jati, adik Laut yang diperankan Yunita Siregar, terus berupaya mencari kejelasan tentang nasib kakaknya. Orang tua Laut, yang diperankan Christine Hakim dan Arswendy Bening Swara, menjalani penantian yang sama, sementara Ratih Anjani yang diperankan Eva Celia menjadi sosok dekat yang turut merasakan kehilangan itu.
Struktur dua sudut pandang inilah yang membuat film ini berbeda dari sekadar drama aktivisme. Penonton tidak hanya diajak mengikuti idealisme dan persahabatan para mahasiswa, tetapi juga menyaksikan bagaimana sebuah keluarga hidup dalam ketidakpastian selama bertahun-tahun tanpa jawaban atas keberadaan orang yang mereka cintai.
Film ini diproduksi Pal8 Pictures dengan tim produser Gita Fara, Leila S. Chudori, dan Budi Setyarso. Sebelum tayang serentak di bioskop, Laut Bercerita lebih dulu diputar sebagai film penutup Jakarta Film Week 2026 pada 25 Oktober, sebuah posisi yang menandakan besarnya perhatian terhadap karya ini di kalangan pencinta film Indonesia.
Tema yang diangkatnya tetap relevan karena berbicara tentang kebebasan menyampaikan gagasan, harga dari sebuah perjuangan, dan hak keluarga untuk mengetahui kebenaran. Meski terinspirasi suasana sejarah, film ini adalah karya fiksi yang meramu peristiwa masa lalu menjadi drama tentang manusia, bukan rekaman dokumenter atas satu kasus tertentu.
Bagi penonton yang mengikuti perjalanan novelnya sejak 2017, penayangan film ini menjadi kesempatan melihat tokoh-tokoh Winatra hidup di layar lebar. Bagi penonton baru, film ini menawarkan pintu masuk yang emosional untuk memahami satu babak penting sejarah Indonesia melalui kisah keluarga yang sederhana namun menghantui.
Apa poin penting dari berita ini?
- Film Laut Bercerita resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia pada Kamis, 29 Oktober 2026.
- Film berdurasi 135 menit ini disutradarai Yosep Anggi Noen dan diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori yang terbit pada 2017.
- Reza Rahadian memerankan Biru Laut, mahasiswa Yogyakarta yang bergabung dengan kelompok studi Winatra.
- Cerita juga mengikuti Asmara Jati, adik Laut, dalam perjuangannya mencari kejelasan nasib kakaknya.
- Film ini diproduksi Pal8 Pictures dan sebelumnya diputar sebagai film penutup Jakarta Film Week 2026.


