Sineas Amole Gupte berbicara blak-blakan tentang hubungannya dengan industri film Hindi. Dalam sebuah perbincangan yang diberitakan Hindustan Times pada 29 Oktober 2026, ia mengaku tidak merasa cocok dengan Bollywood dan merasa lebih baik menjauh dari industri tersebut. Pernyataan itu bukan sekadar keluhan sesaat, melainkan cerminan dari pengalamannya yang panjang dalam mencoba membuat film di tengah sistem industri yang ia rasa sulit ditembus.
Kesulitan yang dimaksud Gupte berkaitan dengan cara industri film Hindi bekerja. Membuat film di Bollywood bukan hanya soal menulis cerita yang bagus dan mengarahkan dengan baik. Seorang sineas harus melewati lapis demi lapis pertimbangan komersial: siapa pemerannya, seberapa besar filmnya bisa dijual, dan seberapa aman ceritanya bagi pasar. Bagi sineas yang ingin membuat film dengan cara yang lebih personal dan tidak selalu mengikuti formula pasar, lapis-lapis itu bisa terasa seperti tembok yang semakin lama semakin tinggi.
Mengapa Gupte memilih menjauh, bukan terus berjuang dari dalam? Jawabannya terletak pada perbedaan antara bertahan dan berkarya. Bertahan di dalam industri berarti menyesuaikan diri dengan aturan mainnya, termasuk ketika aturan itu bertentangan dengan keyakinan artistiknya. Menjauh, dalam pandangan Gupte, justru memberi ruang untuk tetap berkarya dengan cara yang ia yakini, meski di luar arus utama. Ia menilai lebih baik berada di luar daripada berada di dalam tetapi terus-menerus merasa tidak pada tempatnya.
Sikap semacam ini sebenarnya bukan hal baru di dunia film. Di banyak industri film besar, selalu ada sineas yang memilih jalur independen karena merasa sistem arus utama tidak memberi ruang bagi cerita yang ingin mereka sampaikan. Pilihan itu sering kali dibayar mahal: anggaran yang lebih kecil, distribusi yang lebih sempit, dan perhatian publik yang tidak sebesar film-film besar. Namun bagi sineas seperti Gupte, harga itu sepadan dengan kebebasan untuk menentukan sendiri cerita apa yang layak dibuat dan bagaimana cara membuatnya.
Pernyataan Gupte juga membuka perbincangan yang lebih luas tentang kondisi Bollywood saat ini. Industri film Hindi sedang berada di masa transisi, dengan penonton yang berubah, platform streaming yang mengubah cara film ditonton, dan tekanan komersial yang semakin besar. Di tengah transisi itu, pertanyaan tentang siapa yang mendapat ruang untuk berkarya menjadi semakin penting. Bila sineas berpengalaman seperti Gupte merasa tidak cocok, itu bisa menjadi sinyal bahwa sistemnya memang sedang menyempit bagi sebagian jenis film.
Bagi penonton, pengakuan Gupte adalah pengingat bahwa film-film yang kita tonton di bioskop hanyalah sebagian kecil dari cerita yang sebenarnya ingin dibuat para sineas. Di balik setiap film yang berhasil tayang, ada banyak proyek yang terhenti di tengah jalan karena tidak lolos pertimbangan pasar. Pilihan Gupte untuk menjauh adalah salah satu jawaban atas situasi itu: bukan menyerah pada sinema, melainkan mencari cara lain untuk tetap setia pada sinema yang ia yakini.
Apa poin penting dari berita ini?
- Amole Gupte mengaku tidak cocok dengan industri film Hindi dan merasa lebih baik menjauh dari Bollywood.
- Ia berbicara tentang sulitnya membuat film di industri film Hindi dalam perbincangan yang diberitakan pada 29 Oktober 2026.
- Menjauh dinilainya memberi ruang untuk berkarya dengan cara yang ia yakini, di luar aturan main arus utama.
- Sikap itu membuka perbincangan tentang ruang berkarya bagi sineas di tengah transisi industri film Hindi.


