Friday, 30 October 2026
Kesehatan

UV-A dan UV-B Sama-sama dari Matahari, Ini Bedanya bagi Kulit dan Vitamin D

Seseorang beraktivitas di bawah sinar matahari

Sinar matahari memancarkan radiasi ultraviolet (UV) yang terbagi menjadi UV-A dan UV-B, dan keduanya memiliki karakteristik serta dampak yang berbeda bagi kesehatan kulit. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip dalam pembahasan ini menyebut UV-A memiliki panjang gelombang sekitar 315 hingga 400 nanometer, sedangkan UV-B sekitar 280 hingga 315 nanometer.

UV-A menembus lebih dalam hingga lapisan dermis kulit dan sangat berkaitan dengan penuaan dini, kerutan, dan berkurangnya elastisitas kulit. Sementara itu, UV-B sebagian besar diserap oleh lapisan terluar kulit atau epidermis, dan menjadi penyebab utama kulit terbakar akibat paparan berlebihan.

Meski berbeda jalur, keduanya sama-sama dapat merusak sel kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit bila paparan menumpuk dalam jangka panjang. Karena itu, perlindungan dari matahari tidak cukup hanya menghindari rasa terbakar di permukaan kulit, sebab kerusakan yang lebih dalam juga bisa terjadi tanpa terasa panas.

Perbedaan penting lainnya terletak pada vitamin D. UV-B berperan mendorong pembentukan vitamin D secara alami: National Institutes of Health (NIH) menjelaskan UV-B membantu mengubah 7-dehydrocholesterol di kulit menjadi previtamin D3, lalu menjadi vitamin D3, yang mendukung penyerapan kalsium dan fosfor serta kesehatan tulang.

Jumlah vitamin D yang terbentuk bervariasi tergantung pigmentasi kulit, usia, waktu dan durasi paparan, tutupan awan, serta penggunaan tabir surya. Sebuah studi tahun 2024 oleh Kift dan rekan-rekannya memperkirakan paparan matahari tropis selama 3 hingga 15 menit di dekat khatulistiwa dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D harian, tergantung warna kulit dan letak geografis.

WHO menyarankan perlindungan tambahan, seperti pakaian tertutup atau tabir surya, ketika indeks UV mencapai 3 atau lebih. Pesan praktisnya seimbang: matahari dibutuhkan tubuh, terutama untuk vitamin D, tetapi paparan yang berlebihan dan tanpa perlindungan justru merusak kulit dalam jangka panjang.

Apa poin penting dari berita ini?

Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:

  • Sinar matahari memancarkan radiasi ultraviolet (UV) yang terbagi menjadi UV-A dan UV-B, dan keduanya memiliki karakteristik serta dampak yang berbeda bagi kesehatan kulit.
  • UV-A menembus lebih dalam hingga lapisan dermis kulit dan sangat berkaitan dengan penuaan dini, kerutan, dan berkurangnya elastisitas kulit.
  • Meski berbeda jalur, keduanya sama-sama dapat merusak sel kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit bila paparan menumpuk dalam jangka panjang.
  • UV-B berperan mendorong pembentukan vitamin D secara alami: National Institutes of Health (NIH) menjelaskan UV-B membantu mengubah 7-dehydrocholesterol di kulit menjadi previtamin D3, lalu menjadi vitamin D3, yang mendukung penyerapan kalsium dan fosfor serta kesehatan tulang.
  • Jumlah vitamin D yang terbentuk bervariasi tergantung pigmentasi kulit, usia, waktu dan durasi paparan, tutupan awan, serta penggunaan tabir surya.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *