Konsumsi makanan ultra-proses atau Ultra Processed Food (UPF) secara berlebihan ternyata berkaitan dengan perkembangan otak anak. Temuan ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi anak sejak usia dini.
Sejumlah penelitian telah mengkaji hubungan antara pola makan tinggi UPF dengan struktur otak serta perilaku anak saat memasuki usia sekolah. Salah satu studi yang ramai dibahas menyebutkan, anak yang sering mengonsumsi makanan ultra-proses pada usia empat tahun menunjukkan kaitan yang signifikan dengan masalah perilaku dan gangguan perkembangan saraf saat berusia tujuh tahun.
Studi tersebut diungkapkan dokter anak holistik dr. Elisa Song, yang dikutip melalui unggahan video pada akun Instagram dokter Functional Integrative Medicine dr. Chairuna, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
“Diet makanan ultra-proses yang dikonsumsi secara sering oleh anak-anak pada usia empat tahun berhubungan signifikan dengan masalah perilaku dan gangguan perkembangan saraf pada saat mereka berusia tujuh tahun,” demikian temuan yang disampaikan dalam kajian tersebut.
Penjelasannya berkaitan dengan cara kerja otak. Pola makan tinggi UPF pada anak berpotensi menyebabkan perubahan pada bagian otak yang berperan dalam pengelolaan emosi, pengambilan keputusan, dan berpikir rasional. Bagian-bagian itu penting bagi anak untuk belajar mengendalikan diri, memecahkan masalah, dan memproses informasi.
Menurut penjelasan dr. Chairuna, konsumsi UPF yang tinggi menyebabkan beberapa area otak menjadi lebih kecil, serta mengubah girifikasi, yakni proses pembentukan lipatan pada permukaan otak. Lipatan-lipatan itu memperluas permukaan otak dan mendukung perkembangan serta fungsi kognitif, termasuk berpikir, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan mengolah informasi.
Dengan kata lain, makanan yang dikonsumsi anak pada masa awal kehidupan tidak hanya berpengaruh pada berat badan atau kesehatan fisik, tetapi juga pada fondasi perkembangan otaknya. Masa anak-anak merupakan periode ketika otak berkembang pesat, sehingga asupan yang buruk secara terus-menerus dapat meninggalkan jejak yang tidak mudah diperbaiki.
Karena itu, kualitas makanan sejak dini memegang peran penting dalam mendukung perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Orang tua perlu memperhatikan pola makan harian, termasuk secara realistis mengurangi konsumsi makanan ultra-proses, tanpa harus terjebak pada standar yang tidak mungkin dijalani.
Di tengah gaya hidup yang praktis, keluarga tetap dapat menyediakan makanan yang bervariasi dan bergizi. Pilihan sederhana seperti makanan segar, sayur, buah, dan lauk rumahan yang diolah sendiri, bila dilakukan secara konsisten, sudah membantu memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak dan menjaga kesehatan keluarga.
Apa poin penting dari berita ini?
- Konsumsi makanan ultra-proses (UPF) secara berlebihan berkaitan dengan perkembangan otak anak.
- Anak yang sering mengonsumsi UPF pada usia empat tahun menunjukkan kaitan signifikan dengan masalah perilaku dan gangguan perkembangan saraf pada usia tujuh tahun.
- Pola makan tinggi UPF berpotensi mengubah bagian otak yang berperan dalam pengelolaan emosi, pengambilan keputusan, dan berpikir rasional.
- Konsumsi UPF yang tinggi menyebabkan beberapa area otak lebih kecil dan mengubah girifikasi, proses pembentukan lipatan permukaan otak.
- Orang tua perlu memperhatikan pola makan harian dan secara realistis mengurangi makanan ultra-proses, serta menyediakan makanan bervariasi dan bergizi.


