Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026. Mata uang Garuda berakhir di level Rp18.147 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan sore, turun 10 poin atau 0,06 persen dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya yang berada di level Rp18.137 per dolar AS.
Pelemahan rupiah kali ini terjadi di saat sebagian besar mata uang Asia justru bergerak menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan memimpin penguatan kawasan dengan kenaikan 0,58 persen, disusul yuan Tiongkok yang menguat 0,08 persen dan ringgit Malaysia yang naik 0,09 persen. Dengan demikian, rupiah menjadi salah satu mata uang Asia yang bergerak berlawanan arah pada perdagangan akhir pekan tersebut.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu tingginya ketidakpastian global. Memuncaknya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran disebut menjadi salah satu sumber kegelisahan pelaku pasar, sehingga mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut tertekan.
Dari Amerika Serikat, kabar ekonomi yang datang justru cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi AS tercatat berekspansi 3,4 persen pada kuartal III 2026, melampaui perkiraan pelaku pasar yang hanya sebesar 3,2 persen. Data yang lebih kuat dari dugaan itu menopang dolar AS dan menambah tekanan bagi mata uang lain, termasuk rupiah.
Sejalan dengan rupiah, pasar saham domestik juga ditutup di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,80 persen ke level 5.057 pada penutupan perdagangan Jumat. Kombinasi pelemahan rupiah dan IHSG menandai akhir pekan yang berat bagi pasar keuangan Indonesia.
Untuk perdagangan berikutnya, Ibrahim memprediksi rupiah masih rentan berfluktuasi dengan kecenderungan melemah. Mata uang Garuda diperkirakan bergerak di rentang Rp18.140 hingga Rp18.190 pada perdagangan besok, sedangkan untuk perdagangan sepekan ke depan rentangnya diperkirakan berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.320 per dolar AS.
Pergerakan rupiah menjadi perhatian banyak pihak karena nilainya memengaruhi harga barang impor, biaya perjalanan ke luar negeri, hingga beban utang dalam valuta asing. Karena itu, pelaku usaha dan masyarakat disarankan mencermati perkembangan kurs dari hari ke hari, terutama ketika sentimen global masih diliputi ketidakpastian.
Apa poin penting dari berita ini?
- Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, ke level Rp18.147 per dolar Amerika Serikat.
- Rupiah turun 10 poin atau 0,06 persen dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya di level Rp18.137 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah terjadi di saat sebagian besar mata uang Asia justru bergerak menguat terhadap dolar AS.
- Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu tingginya ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
- Untuk perdagangan berikutnya, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp18.140 hingga Rp18.190 per dolar AS, dan Rp18.000 hingga Rp18.320 untuk sepekan ke depan.


